Kenali Kanker Paru, dari Gejala hingga Pengobatannya

Kompas.com - 06/02/2020, 12:04 WIB
Ilustrasti kanker paru. SHUTTERSTOCKIlustrasti kanker paru.

KOMPAS.com - Kanker paru adalah tumor ganas yang menyerang organ paru. Kanker jenis ini menyebabkan kematian hingga 26.069 orang di Indonesia pada tahun 2018, serta diprakirakan meningkat setiap tahunnya.

Kanker paru merupakan penyebab kematian terbanyak dan pertama bagi pria Indonesia sebanyak 22,8 persen, serta menjadi penyebab kelima kematian pada wanita sebanyak 14,2 persen.

Kendati penyakit kanker paru banyak terjadi pada pria yang lanjut usia, tetapi saat ini penyakit kanker paru juga dapat diidap oleh usia muda dan juga wanita.

Baca juga: Kanker Paru, Penyakit Tidak Menular yang Mematikan

Ketua Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Pusat, Prof DR dr Aru Wisaksono Sudoyo SpPD, mengingatkan bahwa kita semua patut waspada dengan jumlah penderita kanker yang terus meningkat di Indonesia, termasuk kanker paru.

"Kanker ini bisa dicegah. Meskipun memang deteksi dini untuk kanker paru itu sulit, karena banyak gejala yang hampir-hampir mirip dengan penyakit lain," kata Aru dalam acara bertajuk "World Cancer Day 2020: New Approach in Cancer Management", Jakarta, Rabu (5/2/2020).

Gejala kanker paru

Masyarakat diimbau untuk tidak menyepelehkan sakit atau berbagai gejala yang dirasakan seperti berikut, dan segera melakukan skrining atau pemeriksaan medis.

- Batuk dalam jangka lama atau terus menerus

- Batuk berdarah

- Sakit atau nyeri dada

- Sesak napas

- Berat badan menurun drastis tanpa diet

- Tidak jarang yang dikeluhkan merupakan gejala dari penyebaran kanker ke tempat lain, seperti nyeri atau patah tulang, sakit kepala, atau lumpuh.

Ditegaskan Aru, semakin cepat Anda curiga terhadap gejala sakit yang diderita dan melakukan pemeriksaan sesegara mungkin, akan lebih baik karena penanganan bisa segera dilakukan oleh tim ahli.

"Semakin awal kanker itu dideteksi maka semakin tinggi juga angka harapan hidupnya. Tapi semakin lambat maka angka harapan hidupnya semakin kecil sekali," ujarnya.

Cara deteksi dini

Meskipun deteksi dini untuk penyakit kanker paru termasuk sulit karena gejalanya yang samar dan tidak khas, Anda bisa melakukan beberapa hal berikut.

- Pemeriksaan fisik oleh dokter untuk menemukan kelainan sesuai dengan keluhan

- Foto paru

- Bronskoskopi untuk melihat kelainan dalam saluran napas

- Biopsi langsung jika kondisi memungkinkan CT scan dada

Pencegahan kanker paru

- Jangan pernah mencoba untuk mulai merokok

- Bila sudah merokok, hentikanlah

- Hindari asap rokok di manapun Anda berada

- Patuhi peraturan tentang kesehatan dan keselamatan kerja

- Olahraga

- Jaga berat badan ideal

- Menjaga pola makanan sehat

Faktor risiko kanker paru

- Perokok aktif

- Perokok pasif

- Paparan polusi udara dalam ruangan dan di luar ruangan

- Asbes

- Radon

- Radiasi paru

- Usia mulai merokok, makin muda usia makin besar risikonya

- Banyak jumlah batang rokok yang dihisap setiap hari

- Lama kebiasaan merokok

- Dalamnya mengisap asap rokok

- Riwayat keluarga

Pengobatan kanker paru

- Operasi jika masih memungkinkan

- Kemoterapi atau terapi target untuk jenis tertentu

- Radioterapi pada jenis tertentu

- Terapi gabungan kemoterapi, terapi target dan radioterapi

- Imunoterapi (imuno-onkologi)

Baca tentang
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X