Belum Pernah ke China, WNI di Singapura Positif Corona, Kok Bisa?

Kompas.com - 05/02/2020, 17:35 WIB
Pejalan kaki di Ginza, Tokyo, mengenakan masker untuk mencegah penyebaran virus Corona yang berasal dari Kota Wuhan, China, 25 Januari, 2020.

AFP/CHARLY TRIBALLEAUPejalan kaki di Ginza, Tokyo, mengenakan masker untuk mencegah penyebaran virus Corona yang berasal dari Kota Wuhan, China, 25 Januari, 2020.

Selama berada di Jerman, wanita itu menularkan virus corona kepada seorang pengusaha yang ditemuinya di Jerman. Namun, ternyata selain pengusaha tersebut, ada tiga rekan kerja si pengusaha yang juga positif terinfeksi virus corona. Padahal, dua di antara tiga rekan ini tidak pernah bertemu dengan wanita tersebut.

Keempat orang Jerman tidak menunjukkan gejala penyakit pneumonia Wuhan. Hanya saja, si pengusaha Jerman sempat merasakan demam, sakit tenggorokan, dan pegal linu; meskipun pada saat pemeriksaan, dia terlihat sehat walaupun masih terinfeksi virus corona.

Dari kasus di Jerman tersebut, para ahli menulis dalam jurnal bahwa fakta bahwa seseorang yang tidak bergejala adalah sumber potensial dari infeksi 2019-nCoV mungkin menandakan perlunya penilaian ulang tentang dinamika transmisi dari wabah saat ini.

Gejala virus corona

Walaupun ada kasus-kasus yang tidak menunjukkan gejala, para ahli medis mencatatkan beberapa gejala-gejala umum yang dialami oleh penderita virus corona Wuhan, yakni:

• Demam tinggi lebih dari 38 derajat Celsius
• Batuk kering
• Lemas
• Sakit tenggorokan
• Sesak atau kesulitan bernapas
• Sakit kepala
• Flu, dan
• Terkadang diare pada gejala usus

Kemiripan gejala virus corona Wuhan dan sakit flu ini mungkin menyebabkan beberapa orang menjadi khawatir.

Baca juga: Update Virus Corona 5 Februari: 492 Orang Meninggal, 24.552 Kasus di 28 Negara

Namun, Dr. dr Erlina Burhan MSc SpP(K) dari Divisi Infeksi Departemen Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi FKUI, menegaskan bahwa tidak semua gejala batuk, flu dan demam itu disebabkan oleh virus corona.

Menurut dia, sangat kecil risiko, bahkan tidak sama sekali, bagi orang yang tidak pernah kontak langsung dengan pasien yang positif atau pernah bepergian dari Wuhan untuk terinfeksi virus corona Wuhan.

Penularan virus corona juga tidak terjadi dalam sekali kontak dengan pasien positif, tetapi lewat kontak yang erat, dekat dalam waktu yang lama, dan juga intens sekali dengan pasien yang positif.

Oleh sebab itu, Erlina mengatakan, jika Anda mengalami gejala batuk, flu, dan demam tinggi ‘setelah’ mengalami kontak erat dengan pasien positif virus corona, maka Anda harus curiga dan segera melakukan pemeriksaan ke dokter.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X