Belum Pernah ke China, WNI di Singapura Positif Corona, Kok Bisa?

Kompas.com - 05/02/2020, 17:35 WIB
Pejalan kaki di Ginza, Tokyo, mengenakan masker untuk mencegah penyebaran virus Corona yang berasal dari Kota Wuhan, China, 25 Januari, 2020.

AFP/CHARLY TRIBALLEAUPejalan kaki di Ginza, Tokyo, mengenakan masker untuk mencegah penyebaran virus Corona yang berasal dari Kota Wuhan, China, 25 Januari, 2020.

KOMPAS.COM - Kabar mengejutkan kini datang dari negara tetangga. Seorang Warga Negara Indonesia ( WNI) di Singapura dinyatakan positif virus corona Wuhan pada (4/2/2020) dan tengah dirawat di Singapore General Hospital.

Untuk diketahui, WNI berjenis kelamin wanita berusia 44 tahun tersebut merupakan asisten rumah tangga di rumah Jalan Bukit Merah. Dugaan sementara, dia terpapar oleh majikannya yang sebelumnya positif virus corona Wuhan dan kini juga tengah dirawat rumah sakit yang sama.

Perlu digaris bawahi, keduanya tidak memiliki riwayat bepergian ke China. Namun, majikan tersebut bekerja di toko bernama Yong Thai Hang yang dilaporkan kerap dikunjungi wisatawan asal China dan mengeluh demam serta sakit tenggorokan, dilansir Channel News Asia.

Dari kasus tersebut, dapat disimpulkan bahwa penularan virus corona Wuhan dapat bertransmisi dari manusia ke manusia, walaupun individu tidak memiliki riwayat bepergian ke China.

Baca juga: Virus Corona Dinilai Akan Jadi Pandemik, Ini Bedanya dengan Flu Babi

Bagaimana virus corona ditularkan?

Dilansir dari artikel Sains Kompas.com (31/01/2020), penularan virus ini dapat terjadi melalui banyak cara.

Beberapa di antaranya adalah percikan yang keluar ketika pasien batuk atau bersin, kontak dekat personal dengan menyentuh atau berjabat tangan tanpa pelindung, menyentuh benda yang terdapat virus, kontaminasi feses, dan menyentuh bagian wajah seperti mulut, hidung, atau mata tanpa mencuci tangan.

Transmisi juga bisa terjadi sebelum gejala virus corona muncul, dan satu kasus dapat menyebabkan penularan hingga dua generasi, yakni orang yang tertular dan menularkannya ke orang lain.

Hal ini dibuktikan dalam sebuah kasus virus corona di Jerman.

Baca juga: 5 Daftar Penyakit Zoonosis Paling Mematikan, H1N1 sampai Virus Corona

Dilansir dari artikel sains Kompas.com (1/2/2020), kasus tersebut bermula dari seorang wanita asal Shanghai, China yang datang ke Jerman untuk urusan kerja.

Selama di Jerman, dia sama sekali tidak menunjukkan tanda-tanda penyakit pneumonia Wuhan. Namun, saat kembali ke China dia merasakan sakit. Setelah melalui pemeriksaan, ia dinyatakan positif terinfeksi virus corona Wuhan.

Selama berada di Jerman, wanita itu menularkan virus corona kepada seorang pengusaha yang ditemuinya di Jerman. Namun, ternyata selain pengusaha tersebut, ada tiga rekan kerja si pengusaha yang juga positif terinfeksi virus corona. Padahal, dua di antara tiga rekan ini tidak pernah bertemu dengan wanita tersebut.

Keempat orang Jerman tidak menunjukkan gejala penyakit pneumonia Wuhan. Hanya saja, si pengusaha Jerman sempat merasakan demam, sakit tenggorokan, dan pegal linu; meskipun pada saat pemeriksaan, dia terlihat sehat walaupun masih terinfeksi virus corona.

Dari kasus di Jerman tersebut, para ahli menulis dalam jurnal bahwa fakta bahwa seseorang yang tidak bergejala adalah sumber potensial dari infeksi 2019-nCoV mungkin menandakan perlunya penilaian ulang tentang dinamika transmisi dari wabah saat ini.

Gejala virus corona

Walaupun ada kasus-kasus yang tidak menunjukkan gejala, para ahli medis mencatatkan beberapa gejala-gejala umum yang dialami oleh penderita virus corona Wuhan, yakni:

• Demam tinggi lebih dari 38 derajat Celsius
• Batuk kering
• Lemas
• Sakit tenggorokan
• Sesak atau kesulitan bernapas
• Sakit kepala
• Flu, dan
• Terkadang diare pada gejala usus

Kemiripan gejala virus corona Wuhan dan sakit flu ini mungkin menyebabkan beberapa orang menjadi khawatir.

Baca juga: Update Virus Corona 5 Februari: 492 Orang Meninggal, 24.552 Kasus di 28 Negara

Namun, Dr. dr Erlina Burhan MSc SpP(K) dari Divisi Infeksi Departemen Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi FKUI, menegaskan bahwa tidak semua gejala batuk, flu dan demam itu disebabkan oleh virus corona.

Menurut dia, sangat kecil risiko, bahkan tidak sama sekali, bagi orang yang tidak pernah kontak langsung dengan pasien yang positif atau pernah bepergian dari Wuhan untuk terinfeksi virus corona Wuhan.

Penularan virus corona juga tidak terjadi dalam sekali kontak dengan pasien positif, tetapi lewat kontak yang erat, dekat dalam waktu yang lama, dan juga intens sekali dengan pasien yang positif.

Oleh sebab itu, Erlina mengatakan, jika Anda mengalami gejala batuk, flu, dan demam tinggi ‘setelah’ mengalami kontak erat dengan pasien positif virus corona, maka Anda harus curiga dan segera melakukan pemeriksaan ke dokter.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X