Kanker Serviks Lebih Rentan pada Wanita Menikah, Ini Penjelasannya

Kompas.com - 05/02/2020, 07:00 WIB
Ilustrasi kanker serviks Ilustrasi kanker serviks

Mulai dari melakukan hubungan seks dengan pasangan multipel, memiliki riwayat penyakit menular seksual seperto sifilis dan gonorhea, koinfeksi dengan beberapa virus lainnya, serta adanya risiko aktivitas seksual yang dilakukan kurang dari 20 tahun.

Tak hanya itu. Penyebaran HPV sebagai sumber utama penyebab kanker serviks juga bisa dipicu oleh kebiasaan merokok, tingkat kehamilan tinggi, dan penggunaan kontrasepsi hormonal jangka panjang.

"Sangat bisa terjadi (penyebaran HPV) meski tidak dari berhubungan seksual. Kita tidak tahu kapan itu terjadi, karena tidak diketahui juga kapan virus itu masuk ke tubuh. Ini karena tidak ada gejalanya seperti misalnya virus influenza yang gejalanya flu," kata Andrijono dalam acara Peluncuran Penggunaan Metode terbaru Pencegahan Kanker Serviks, Jakarta, Selasa (4/2/2020).

HPV yang masuk ke tubuh dalam jumlah kecil tak akan mengganggu kesehatan seseorang.

Namun, jika HPV sudah berkembang biak dan jumlahnya banyak, menempel di DNA dan bermutasi, hal ini akan berubah menjadi ganas.

Baca juga: Kanker Serviks Rentan pada Wanita, Kenali Gejala hingga Pencegahannya

"Penularan (HPV) dari suami bisa jadi. Toilet dan gagang pintu juga bisa. Strateginya adalah rajin-rajin cuci tangan dan juga cuci toilet selain menjaga perilaku seks," tuturnya.

Skrining kanker serviks secara berkala disarankan ahli medis untuk dapat dilakukan pada wanita berusia antara 30-50 tahun.

Sementara itu, untuk wanita belum menikah disarankan melakukan pencegahan dengan vaksinasi khusus untuk HPV, sebagai penyebab utama kanker serviks atau kanker leher rahim.

Hal ini perlu dilakukan, karena seperti yang disampaikan sebelumnya oleh Andrijono, bahwa penularan HPV tidak hanya bisa terjadi dari perilaku seks saja.

"Kalau belum pernah berhubungan (seksual) tidak perlu skrining, tapi vaksinasi. Tapi kalau sudah menikah, harus di skrining dulu sebelum diketahui bagusnya diberikan vaksin atau tidak atau vaksin apa," kata dia.

Halaman:
Baca tentang


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kebanyakan Dipanen, Viagra Himalaya Terancam Punah

Kebanyakan Dipanen, Viagra Himalaya Terancam Punah

Oh Begitu
3 Misi ke Mars di Bulan Juli, Apa yang akan Dilakukan NASA, China dan Uni Emirat Arab?

3 Misi ke Mars di Bulan Juli, Apa yang akan Dilakukan NASA, China dan Uni Emirat Arab?

Fenomena
Antibodi terhadap Covid-19 Menurun, Studi Inggris Ungkap Potensi Infeksi Ulang

Antibodi terhadap Covid-19 Menurun, Studi Inggris Ungkap Potensi Infeksi Ulang

Fenomena
Uni Emirat Arab Semangat Luncurkan Misi Hope ke Mars, Apa Tujuannya?

Uni Emirat Arab Semangat Luncurkan Misi Hope ke Mars, Apa Tujuannya?

Oh Begitu
Cuaca Buruk, Peluncuran Misi Hope Milik Uni Emirat Arab ke Mars Ditunda

Cuaca Buruk, Peluncuran Misi Hope Milik Uni Emirat Arab ke Mars Ditunda

Fenomena
Vaksin Virus Corona, Sudah Sampai Mana Tahap Pengujiannya?

Vaksin Virus Corona, Sudah Sampai Mana Tahap Pengujiannya?

Oh Begitu
Covid-19: Kenapa Laki-laki Lebih Jarang Pakai Masker Dibanding Perempuan? Ini Penjelasannya

Covid-19: Kenapa Laki-laki Lebih Jarang Pakai Masker Dibanding Perempuan? Ini Penjelasannya

Fenomena
Fenomena Langka Komet Neowise Juli 2020, Wilayah Mana Saja Bisa Melihatnya?

Fenomena Langka Komet Neowise Juli 2020, Wilayah Mana Saja Bisa Melihatnya?

Fenomena
BMKG: Wilayah Ini Berpotensi Alami Peningkatan Kekeringan Lapisan Tanah

BMKG: Wilayah Ini Berpotensi Alami Peningkatan Kekeringan Lapisan Tanah

Fenomena
Istilah PDP, ODP, dan OTG Covid-19 Diubah, Ini Beda dengan Sebelumnya

Istilah PDP, ODP, dan OTG Covid-19 Diubah, Ini Beda dengan Sebelumnya

Oh Begitu
Spartan Inovasi Baru Antisipasi Karhutla Indonesia dari BMKG, Apa Kelebihannya?

Spartan Inovasi Baru Antisipasi Karhutla Indonesia dari BMKG, Apa Kelebihannya?

Fenomena
CDC Memperkirakan, 40 Persen Pasien Covid-19 Tidak Menunjukkan Gejala

CDC Memperkirakan, 40 Persen Pasien Covid-19 Tidak Menunjukkan Gejala

Kita
Satwa Liar Terkait Pandemi Covid-19, Begini Hasil Survei Persepsi Masyarakat

Satwa Liar Terkait Pandemi Covid-19, Begini Hasil Survei Persepsi Masyarakat

Fenomena
Gempa Hari Ini: M 5,1 Guncang Laut Banten, Tak Berpotensi Tsunami

Gempa Hari Ini: M 5,1 Guncang Laut Banten, Tak Berpotensi Tsunami

Fenomena
Hasil Otopsi Temukan Gumpalan Darah di Hampir Seluruh Organ Pasien Covid-19

Hasil Otopsi Temukan Gumpalan Darah di Hampir Seluruh Organ Pasien Covid-19

Kita
komentar di artikel lainnya
Close Ads X