Kompas.com - 03/02/2020, 20:05 WIB

KOMPAS.com – Banyak mitos yang beredar tentang upaya untuk menghindarkan bayi dari berbagai penyakit, termasuk kejang.

Kejang pada bayi, biasa disebut step, bisa disebabkan oleh beberapa hal. Namun mitos yang beredar di kalangan orangtua baru, kejang bisa dicegah dengan memberikan kopi kepada bayi.

Dokter Spesialis Anak dari RS Pondok Indah Bintaro Jaya, dr A A A Putu Indah Pratiwi, Sp.A, menyebutkan bahwa hal itu tidak benar.

“Kejang pada bayi bisa disebabkan oleh beberapa hal. Yang paling sering terjadi pada anak usia 6 bulan sampai 5 tahun, adalah kejang demam,” tutur Putu Indah kepada Kompas.com, Senin (3/2/2020).

Baca juga: Seri Baru Jadi Ortu: Apa Itu Kolik, Bayi Menangis Berjam-jam?

Kejang demam, lanjutnya, biasanya dipengaruhi oleh faktor genetik dan sampai saat ini belum ada pencegahnya.

“Maka dari itu, yang terpenting adalah mencari penyebab demamnya dan mengatasi demam dengan tepat sesuai penyebabnya,” tambah Putu Indah.

Putu Indah menekankan bahwa sangat berbahaya memasukkan benda apapun, termasuk kopi, ke dalam mulut anak saat kejang.

“Hal ini dapat menyebabkan si kecil tersedak dan menyumbat jalan napas,” lanjutnya.

Hal yang sama berlaku pada pemberian kopi sebelum bayi mengalami kejang, sebagai upaya preventif terjadinya step.

Dokter Spesialis Anak dari RS Pondok Indah Bintaro Jaya, dr A A A Putu Indah Pratiwi, Sp.ARS PONDOK INDAH - BINTARO JAYA Dokter Spesialis Anak dari RS Pondok Indah Bintaro Jaya, dr A A A Putu Indah Pratiwi, Sp.A

Penanganan kejang demam

Apa yang harus dilakukan bila anak mengalami kejang?

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Misteri Pemicu Zaman Es Akhirnya Terpecahkan, Apa Penyebabnya?

Misteri Pemicu Zaman Es Akhirnya Terpecahkan, Apa Penyebabnya?

Fenomena
Mengapa Manusia Tak Bisa Minum Air Asin?

Mengapa Manusia Tak Bisa Minum Air Asin?

Oh Begitu
Hilal Idul Adha 2022 Kecil Kemungkinan Bisa Teramati, Ini Penjelasan BMKG

Hilal Idul Adha 2022 Kecil Kemungkinan Bisa Teramati, Ini Penjelasan BMKG

Fenomena
Gas Klorin Meledak di Pelabuhan Aqaba, Apa Itu?

Gas Klorin Meledak di Pelabuhan Aqaba, Apa Itu?

Fenomena
Waspada Gejala Cacar Monyet, Apa Saja yang Harus Diperhatikan dari Hari ke Hari?

Waspada Gejala Cacar Monyet, Apa Saja yang Harus Diperhatikan dari Hari ke Hari?

Oh Begitu
Viral Video Ikan Duyung di Pantai Ambon, Hewan Apa Itu?

Viral Video Ikan Duyung di Pantai Ambon, Hewan Apa Itu?

Oh Begitu
Virus Polio Ditemukan pada Limbah Kotoran Manusia, Kok Bisa?

Virus Polio Ditemukan pada Limbah Kotoran Manusia, Kok Bisa?

Fenomena
Cacar Monyet: Informasi Lengkap yang Harus Anda Ketahui

Cacar Monyet: Informasi Lengkap yang Harus Anda Ketahui

Oh Begitu
Cegah Heat Stroke Selama Musim Haji 2022, Rompi Penurun Suhu Disiapkan untuk Jemaah

Cegah Heat Stroke Selama Musim Haji 2022, Rompi Penurun Suhu Disiapkan untuk Jemaah

Oh Begitu
Diterapkan di 3 Kabupaten, Pendekatan Klaster Bisa Jadi Solusi Karhutla

Diterapkan di 3 Kabupaten, Pendekatan Klaster Bisa Jadi Solusi Karhutla

Fenomena
2 Kandidat Vaksin Pfizer-BioNTech Diklaim Tingkatkan Respons Kekebalan terhadap Varian Omicron

2 Kandidat Vaksin Pfizer-BioNTech Diklaim Tingkatkan Respons Kekebalan terhadap Varian Omicron

Oh Begitu
Fenomena Langka Bulan Baru Stroberi Mikro pada 29 Juni, Catat Waktunya

Fenomena Langka Bulan Baru Stroberi Mikro pada 29 Juni, Catat Waktunya

Fenomena
Indonesia Rentan Alami Karhutla, Pendekatan Klaster Dinilai Bisa Jadi Upaya Pencegahan

Indonesia Rentan Alami Karhutla, Pendekatan Klaster Dinilai Bisa Jadi Upaya Pencegahan

Oh Begitu
Marshanda Sempat Dikabarkan Hilang karena Manik Bipolar, Apa Itu?

Marshanda Sempat Dikabarkan Hilang karena Manik Bipolar, Apa Itu?

Oh Begitu
Pertambangan Batu Bara Disebut Hambat Indonesia Capai Target Perlindungan Keanekaragaman Hayati

Pertambangan Batu Bara Disebut Hambat Indonesia Capai Target Perlindungan Keanekaragaman Hayati

Oh Begitu
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.