Kompas.com - 31/01/2020, 13:27 WIB
Ilustrasi penanganan virus corona Shutterstock.comIlustrasi penanganan virus corona

KOMPAS.com - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) akhirnya menetapkan status virus corona Wuhan atau novel coronavirus (2019-nCoV) sebagai darurat dunia.

Data terbaru per tanggal 31 Januari 2020 siang, dikutip dari CNN, sebanyak 1.982 kasus baru dan 42 kematian dikonfirmasi ada di 17 kota di Provinsi Hubei, China.

Dengan demikian, total yang terjangkit virus corona hingga saat ini mencapai 9.693 orang,  dan jumlah kematian seluruhnya mencapai 213 orang.

Menjadi penyakit baru yang ditetapkan sebagai darurat kesehatan global, apa itu virus corona dan bagaimana gejala pastinya?

Baca juga: WHO Umumkan Wabah Virus Corona Berstatus Darurat Global, Apa Artinya?

Apa itu virus corona?

Coronavirus pertama kali teridentifikasi pada tahun 1960-an. Akan tetapi, virus ini tidak diketahui dari mana asalnya.

IlustrasiStocktrek Images/Getty Images Ilustrasi

Diberi nama "corona" karena virus ini berbentuk seperti mahkota. Hingga saat ini, umumnya virus corona menginfeksi hewan dan manusia.

Coronavirus atau virus corona adalah virus umum yang menyebabkan infeksi pada saluran pernapasan, hidung, sinus, atau tenggorokan bagian atas.

Sebagian besar virus corona tidak berbahaya, tetapi beberapa tipe menjadikan kondisi yang sangat serius, seperti SARS, MERS, dan yang terbaru adalah novel coronavirus (2019-nCoV).

Pada ketiga jenis pandemik itu, coronavirus awalnya berasal dari kelelawar. Namun, melalui perantara hewan lainnya.

Perantara hewan wabah SARS adalah luwak, unta pada wabah MERS, dan ular untuk kasus 2019-nCoV.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cara Mencegah Hipertensi Sejak Dini Menurut Dokter

Cara Mencegah Hipertensi Sejak Dini Menurut Dokter

Kita
Anak Asma Berhak Mendapatkan Pengobatan yang Adekuat

Anak Asma Berhak Mendapatkan Pengobatan yang Adekuat

Oh Begitu
6 Penyebab Beruntusan Susah Hilang

6 Penyebab Beruntusan Susah Hilang

Kita
Cara Mencegah Terjadinya Komplikasi pada Pasien Hipertensi

Cara Mencegah Terjadinya Komplikasi pada Pasien Hipertensi

Oh Begitu
Jumlah Spesies Burung Terancam Punah di Indonesia Terbanyak di Dunia

Jumlah Spesies Burung Terancam Punah di Indonesia Terbanyak di Dunia

Fenomena
Wisatawan Tewas Tersambar Petir di Bogor, Bagaimana Manusia Bisa Tersambar Petir?

Wisatawan Tewas Tersambar Petir di Bogor, Bagaimana Manusia Bisa Tersambar Petir?

Oh Begitu
Bagaimana Hipertensi Dapat Menyebabkan Kerusakan Organ?

Bagaimana Hipertensi Dapat Menyebabkan Kerusakan Organ?

Oh Begitu
Jokowi Bolehkan Lepas Masker di Luar Ruangan, Epidemiolog: Sebaiknya Jangan Terburu-buru

Jokowi Bolehkan Lepas Masker di Luar Ruangan, Epidemiolog: Sebaiknya Jangan Terburu-buru

Kita
[POPULER SAINS] Pantau Suhu Maksimum Cuaca Panas di Indonesia | Letusan Gunung Tonga Ledakan Terbesar | Makan Nanas Bikin Mulut Gatal

[POPULER SAINS] Pantau Suhu Maksimum Cuaca Panas di Indonesia | Letusan Gunung Tonga Ledakan Terbesar | Makan Nanas Bikin Mulut Gatal

Oh Begitu
Jangan Remehkan Hipertensi, 4 Organ Tubuh Ini Bisa Rusak akibat Komplikasi

Jangan Remehkan Hipertensi, 4 Organ Tubuh Ini Bisa Rusak akibat Komplikasi

Oh Begitu
Hari Hipertensi Sedunia 2022, Kenali Faktor Risiko Hipertensi yang Bisa Dialami Usia Muda

Hari Hipertensi Sedunia 2022, Kenali Faktor Risiko Hipertensi yang Bisa Dialami Usia Muda

Kita
Medina Zein Disebut Alami Bipolar Tahap Akhir, Ini Kata Psikiater

Medina Zein Disebut Alami Bipolar Tahap Akhir, Ini Kata Psikiater

Kita
Asteroid 2013 UX Lewat Dekat Bumi Hari Ini, Akankah Menabrak Bumi?

Asteroid 2013 UX Lewat Dekat Bumi Hari Ini, Akankah Menabrak Bumi?

Fenomena
NASA Bagikan Suara dari Lubang Hitam Supermasif di Galaksi Bima Sakti

NASA Bagikan Suara dari Lubang Hitam Supermasif di Galaksi Bima Sakti

Fenomena
Kenapa Matahari Tenggelam? Ini Penjelasannya Menurut Sains

Kenapa Matahari Tenggelam? Ini Penjelasannya Menurut Sains

Fenomena
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.