Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 30/01/2020, 20:02 WIB

KOMPAS.com - Kanker adalah salah satu penyakit kronik yang menyebabkan morbiditas dan mortalitas terbanyak di dunia.

Berdasarkan data Badan Kesehatan Dunia (WHO), sebanyak 103.000 pria dan 92.200 wanita meninggal dunia akibat terserang kanker pada 2019.

Dr. dr. Ikhwan Rinaldi, Sp.PD-KHOM, seorang ahli Hematologi Onkologi Medik Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, mengatakan kanker merupakan neoplasma atau tumor yang bersifat ganas karena dapat merusak jaringan tubuh seseorang.

Selain merusak, kanker juga dapat menyebar ke berbagai jaringan tubuh lainnya, seperti liver, paru-paru, tulang, atau otak.

Baca juga: Peneliti Menilai Deteksi Dini Kanker Tidak Selalu Efektif, Mengapa?

Ini terjadi karena saat sel kanker bertambah banyak, maka sel tersebut akan memasuki pembuluh darah lalu ke sirkulasi darah hingga menjalar ke seluruh tubuh seseorang.

Kanker juga terjadi karena perubahan pada materi genetik. Artinya, jumlah sel baru yang tumbuh tidak seimbang dengan jumlah sel lama yang sudah mati.

“Perubahan genetik sel terjadi karena beberapa hal dan multi penyebab. Namun ada juga yang telah diketahui sebagai penyebab tunggal. Misalnya, virus hepatitis sebagai penyebab kanker hati atau hepatoma, atau virus papilloma sebagai penyebab kanker serviks,” ujar Ikhwan.

Baca juga: ICT Jadi Terapi Tambahan Bagi Pasien Kanker, Seperti ini Prosesnya?

Ciri-ciri kanker

Menurut Ikhwan, kanker bukanlah sesuatu yang mati, sehingga memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

  1. Tumbuh terus menerus: Sel kanker secara aktif akan mengeluarkan zat-zat pertumbuhan sendiri, ia juga tidak mengikuti usia sel lain yang akan mati kemudian berganti.
  2. Menyebar secara aktif: Tingginya aktivitas penyebaran sel kanker dapat menyebabkan kerusakan pada organ lain di dalam tubuh.
  3. Tahan terhadap kematian sel terprogram: Kanker memiliki sifat resisten terhadap kematian sel dengan mengaktifkan zat untuk dapat bertahan hidup.
  4. Membentuk pembuluh darah baru: Sel kanker membentuk pembuluh darah baru agar dapat menyebar ke tempat lain. Pembuluh darah ini bersifat rapuh.

Ikhwan juga menjelaskan beberapa faktor-faktor yang berperan dalam pembentukan sel kanker, seperti keturunan, terpapar virus, terpapar zat-zat kimia, dan merokok.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Halaman:
Baca tentang
Video rekomendasi
Video lainnya


Video Pilihan Video Lainnya >

Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+