Kompas.com - 09/01/2020, 13:03 WIB
Ilustrasi sel kanker ShutterstockIlustrasi sel kanker

KOMPAS.com - Karsinoma kolorektal atau kanker usus besar masih menjadi masalah kesehatan dunia, termasuk Indonesia.

Disampaikan dr. Noza Hilbertina MBiomed, SpPA dalam promosi doktornya di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), kanker usus besar merupakan penyakit kanker ketiga yang paling sering menyerang penduduk dunia, dan keempat di Indonesia.

Setidaknya 25 persen penderita kanker usus besar berada pada stadium I dan II.

Ironisnya lebih dari 50 persen pasien berada pada stadium III dan berpotensi besar untuk mengalami kekambuhan dan penyebaran sel kanker ke seluruh tubuh.

"Adanya kekambuhan dan penyebaran sel kanker ini dapat menurunkan harapan hidup dari penderita kanker," kata Noza, Rabu (8/1/2020).

Baca juga: Pasien Kanker Usus Besar Kesulitan Akses Obat Terapi Target

Meskipun kanker usus besar terjadi secara bertahap, menurut Noza, faktor lingkungan dan gaya hidup terutama rendah serat, daging merah, rokok dan aktivitas fisik yang kurang dapat sangat mempengaruhi perkembangan sel kanker usus besar.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Penelitian kanker usus besar

Dikatakan Noza, bahwa penelitian kanker pada dekade sebelumnya hanya berfokus pada sel kanker.

Namun kemudian diketahui bahwa sel non kanker yang ada di lingkungan mikro tumor, turut berperan dalam progresi kanker tersebut.

"Sehingga penelitian kanker pun mulai bergeser dengan memfokuskan pada sel non kanker," ujarnya.

Salah satu sel non kanker mayoritas ditemukan pada lingkungan mikro tumor yaitu sel fibroblast (cancer-associated fibroblast/CAFs).

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bisa Jadi Sarang Kuman, Inilah Benda-benda Paling Kotor di Rumah

Bisa Jadi Sarang Kuman, Inilah Benda-benda Paling Kotor di Rumah

Oh Begitu
Penyebab dan Cara Mengatasi Biang Keringat

Penyebab dan Cara Mengatasi Biang Keringat

Kita
Ahli Ungkap Islandia Bagian Benua yang Tenggelam 10 Juta Tahun Lalu

Ahli Ungkap Islandia Bagian Benua yang Tenggelam 10 Juta Tahun Lalu

Oh Begitu
Banyak Lansia di Indonesia, Tenaga Kesehatan Harus Paham Pentingnya Healthy Aging

Banyak Lansia di Indonesia, Tenaga Kesehatan Harus Paham Pentingnya Healthy Aging

Oh Begitu
Kamasutra Satwa: Kibaskan Ekornya ke Samping, Tanda Anjing Betina Siap Kawin

Kamasutra Satwa: Kibaskan Ekornya ke Samping, Tanda Anjing Betina Siap Kawin

Oh Begitu
Tanda Pasien Covid-19 Memburuk Saat Isoman Menurut Satgas Covid-19

Tanda Pasien Covid-19 Memburuk Saat Isoman Menurut Satgas Covid-19

Oh Begitu
Penemuan Obat Antivirus Ini Lahirkan Obat untuk Lawan Virus dari Herpes, HIV hingga Covid-19

Penemuan Obat Antivirus Ini Lahirkan Obat untuk Lawan Virus dari Herpes, HIV hingga Covid-19

Oh Begitu
Isu Doping Atlet Pesaing Windy Cantika Aisah, Apa Itu Doping dan Risikonya?

Isu Doping Atlet Pesaing Windy Cantika Aisah, Apa Itu Doping dan Risikonya?

Oh Begitu
Perjalanan Vaksin Nusantara, Kehebohan dan Pelajarannya

Perjalanan Vaksin Nusantara, Kehebohan dan Pelajarannya

Oh Begitu
6 Tips Minum Kopi Agar Lebih Menyehatkan Tubuh

6 Tips Minum Kopi Agar Lebih Menyehatkan Tubuh

Oh Begitu
Pantai Alaska Diguncang Gempa M 7,8 Tak Berpotensi Tsunami di Indonesia

Pantai Alaska Diguncang Gempa M 7,8 Tak Berpotensi Tsunami di Indonesia

Oh Begitu
Syarat Rumah yang Bisa Dipakai Isolasi Mandiri Menurut Dokter

Syarat Rumah yang Bisa Dipakai Isolasi Mandiri Menurut Dokter

Oh Begitu
Satu Dosis Vaksin AstraZeneca 82 Persen Efektif Lawan Varian Beta dan Gamma

Satu Dosis Vaksin AstraZeneca 82 Persen Efektif Lawan Varian Beta dan Gamma

Oh Begitu
Tingkat Kematian Akibat Covid-19 di Indonesia Capai 36 Persen, Ini Penyebabnya

Tingkat Kematian Akibat Covid-19 di Indonesia Capai 36 Persen, Ini Penyebabnya

Oh Begitu
Antibodi Vaksin Sinovac Menurun Setelah 6 Bulan, Ini Faktanya

Antibodi Vaksin Sinovac Menurun Setelah 6 Bulan, Ini Faktanya

Oh Begitu
komentar di artikel lainnya
Close Ads X