Kompas.com - 30/01/2020, 09:07 WIB
Spesies siput merah muda dari gunung Kaputar, Australia, selamat dari peristiwa kebakaran hutan Australia. Penjaga hutan menemukan 60 ekor di Taman Nasional Gunung Kaputar. Spesies siput merah muda dari gunung Kaputar, Australia, selamat dari peristiwa kebakaran hutan Australia. Penjaga hutan menemukan 60 ekor di Taman Nasional Gunung Kaputar.

Sebab, sumber makanan mereka juga turut hancur dan terlalap api. Makanan siput Kaputar ini di antaranya jamur, lumut dan jamur.

Seperti dilansir dari The Guardian, habitat satwa di Austarlia sebagian besar telah hangus oleh api, sehingga dengan warna mencoloknya, ancaman predator akan menjadi lebih mudah.

Kelompok ekologi di Gunung Kaputar memiliki tiga jenis siput karnivora yang tidak ditemukan di tempat lain di dunia.

Kohler menambahkan siput Gunung Kaputar, setidaknya membutuhkan lima tahun untuk pulih dari kebakaran. Sedangkan keong atau bekicot memakan waktu 20 tahun untuk memulihkan diri.

Baca juga: Australia Waspadai Sengatan Siput Laut Naga Biru

"Umur keong yang relatif lebih panjang dan mereka cenderung menghasilkan keturunan yang lebih sedikit," imbuh Kohler. 

Kohler menegaskan siput dan keong merupakan dasar dari semua ekosistem. Keduanya adalah sumber makanan dasar bagi banyak mamalia dan burung.

Namun, akibat kebakaran hebat di Australia dan dampak lingkungan yang ada membuat banyak spesies unik terancam kepunahan.

Menurut Kohler, kebakaran hutan bukan satu-satunya ancaman bagi spesies unik.

"Mereka tidak mungkin mampu beradaptasi dengan iklim yang sangat cepat berubah, kemungkinan besar mereka akan punah," sambung Kohler.

Taman nasional Gunung Kaputar masih terkena dampak kebakaran hutan. Bahkan, taman ini masih ditutup bagi pengunjung hingga 28 Februari mendatang.

Baca juga: Serba Serbi Hewan: Ada Siput yang Bisa Berpendar Seperti Kunang-kunang

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gempa Terkini: M 6,1 Guncang Talaud, Ini Catatan Gempa yang Pernah Terjadi di Sulawesi Utara

Gempa Terkini: M 6,1 Guncang Talaud, Ini Catatan Gempa yang Pernah Terjadi di Sulawesi Utara

Fenomena
Indonesia Didorong Jadi Lumbung Pangan Dunia Lewat Studi Pertanian

Indonesia Didorong Jadi Lumbung Pangan Dunia Lewat Studi Pertanian

Oh Begitu
Sejarah Penemuan Termometer: Penemu dan Perkembangannya

Sejarah Penemuan Termometer: Penemu dan Perkembangannya

Oh Begitu
Bagaimana Bulan Bisa Bersinar Terang di Malam Hari?

Bagaimana Bulan Bisa Bersinar Terang di Malam Hari?

Oh Begitu
Penyakit Tifus: Penyebab, Gejala, dan Jenis-jenisnya

Penyakit Tifus: Penyebab, Gejala, dan Jenis-jenisnya

Kita
Kabar Baik, Populasi Jerapah Meningkat 20 Persen, Ini Kata Ilmuwan

Kabar Baik, Populasi Jerapah Meningkat 20 Persen, Ini Kata Ilmuwan

Fenomena
[POPULER SAINS]: Penyebab Letusan Gunung Krakatau 1883 | Karbon Purba Mars | Fenomena Aphelion | Gunung Merapi Semburkan Awan Panas

[POPULER SAINS]: Penyebab Letusan Gunung Krakatau 1883 | Karbon Purba Mars | Fenomena Aphelion | Gunung Merapi Semburkan Awan Panas

Oh Begitu
Hasil Tes Covid dari Alat RT-LAMP BRIN Diklaim Bisa Keluar Kurang dari Satu Jam

Hasil Tes Covid dari Alat RT-LAMP BRIN Diklaim Bisa Keluar Kurang dari Satu Jam

Oh Begitu
Roket Falcon 9 SpaceX Berhasil Luncurkan 49 Satelit Internet Starlink ke Luar Angkasa

Roket Falcon 9 SpaceX Berhasil Luncurkan 49 Satelit Internet Starlink ke Luar Angkasa

Fenomena
Gunung Merapi Semburkan Awan Panas, Waspada Radius 5 KM dari Puncak

Gunung Merapi Semburkan Awan Panas, Waspada Radius 5 KM dari Puncak

Fenomena
Penyebab Kanker Limpa dan Faktor Risikonya

Penyebab Kanker Limpa dan Faktor Risikonya

Kita
Atom yang Mendapatkan atau Melepas Elektron untuk Pembentukan Ion

Atom yang Mendapatkan atau Melepas Elektron untuk Pembentukan Ion

Prof Cilik
Inti Sel: Pengertian, Fungsi, dan Bagian-bagiannya

Inti Sel: Pengertian, Fungsi, dan Bagian-bagiannya

Kita
Matahari akan Terbenam Lebih Lambat di Indonesia Akhir Januari 2022, Ada Apa?

Matahari akan Terbenam Lebih Lambat di Indonesia Akhir Januari 2022, Ada Apa?

Fenomena
Fenomena Ekuiluks Terjadi di Indonesia Sebulan ke Depan, Apa Dampaknya?

Fenomena Ekuiluks Terjadi di Indonesia Sebulan ke Depan, Apa Dampaknya?

Fenomena
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.