Wabah Virus Corona Wuhan, Mengapa WHO Belum Beri Status Darurat?

Kompas.com - 29/01/2020, 19:01 WIB
Ilustrasi Bendera WHO SHUTTERSTOCK.com/AKADESIGNIlustrasi Bendera WHO

Kondisi darurat kesehatan global dideklarasikan ketika ada “kejadian luar biasa … yang menimbulkan risiko kesehatan masyarakat ke negara-negara lain melalui penyebaran penyakit antarnegara.”

Deklarasi semacam ini meningkatkan dukungan internasional, juga meningkatkan upaya diplomatik dan keamanan serta membuat lebih banyak dana yang tersedia untuk mendukung tim respons di lapangan.

Salah satu yang perlu jadi catatan bahwa dengan mendeklarasikan keadaan darurat kesehatan publik global dapat mempengaruhi perdagangan dan pariwisata yang berimplikasi bahwa negara yang bersangkutan tidak dapat mengendalikan penyakit tersebut sendiri.

Kendati demikian, mengingat respons China yang mengkarantina 41 juta penduduknya di 13 kota, hal-hal ini tidak menjadi penghalang.

Sampai saat ini, telah ada 5 keadaan darurat kesehatan publik yang dideklarasikan oleh WHO, yakni wabah “flu babi” H1N1 pada 2009, munculnya kembali virus polio pada 2014, wabah Ebola Afrika Barat 2014, Zika Afrika 2015 hingga 2016, serta, setelah melalui banyak pertimbangan, wabah Ebola di Kivu, Republik Demokratik Kongo tahun 2018 hingga 2019.

Sebagaimana ditekankan oleh Tedros, bahkan tanpa deklarasi kondisi darurat, sudah ada respons kesehatan yang terkoordinasi antarnegara yang menangani wabah coronavirus saat ini.

Dan dalam beberapa hal, ini tampak seperti model respons kesehatan publik dengan melakukan aksi bersama secara langsung. China telah begitu cepat dalam melaporkan wabah di Wuhan dan membagikan semua informasi yang mereka punya.

Rilis data awal telah memungkinkan peneliti untuk memprediksi jumlah total yang terinfeksi yang diperkirakan sudah mencapai ribuan orang.

Para ilmuwan di China secara cepat mengurutkan virus baru untuk menentukan susunan genetiknya. Studi yang akan mereka rilis memungkinkan para ilmuwan lain di berbagai belahan dunia untuk mengembangkan tes diagnostik mereka sendiri.

Langkah karantina yang diambil oleh pemerintah China menggarisbawahi tekad mereka untuk melakukan apa pun yang mereka bisa untuk mengendalikan penyebaran penyakit ini. Meski langkah mengisolasi begitu banyak orang dapat membantu mengendalikan epidemi ini juga diragukan.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Baca tentang
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X