Mau Naik Pesawat, Duduk di Mana agar Tak Tertular Virus Corona?

Kompas.com - 29/01/2020, 18:04 WIB
Seorang pekerja dari layanan pembersihan menyemprotkan desinfektan di dalam gerbong kereta sebagai upaya mencegah penyebaran virus corona yang berasal dari Wuhan, China, di Stasiun Kereta Api Suseo di Seoul, Korea Selatan, Jumat (24/1/2020). Hingga saat ini, sudah 12 negara di berbagai belahan Bumi yang positif mengumumkan terdampak virus corona yang dilaporkan sudah menjangkiti 1.300 orang dan membunuh 41 orang di China. AFP/HONG YOON-GISeorang pekerja dari layanan pembersihan menyemprotkan desinfektan di dalam gerbong kereta sebagai upaya mencegah penyebaran virus corona yang berasal dari Wuhan, China, di Stasiun Kereta Api Suseo di Seoul, Korea Selatan, Jumat (24/1/2020). Hingga saat ini, sudah 12 negara di berbagai belahan Bumi yang positif mengumumkan terdampak virus corona yang dilaporkan sudah menjangkiti 1.300 orang dan membunuh 41 orang di China.

KOMPAS.com - Dengan mewabahnya virus corona Wuhan di negara-negara tetangga, Anda mungkin merasa khawatir dan malas untuk naik pesawat.

Namun, bagaimana bila Anda harus naik pesawat untuk keperluan dinas atau acara penting lainnya? Adakah cara untuk mencegah penularan virus corona di pesawat?

Dilansir dari National Geographic, Selasa (28/1/2020); meskipun para ahli masih belum tahu banyak tentang virus corona Wuhan yang sedang mewabah, mereka telah lama mempelajari virus corona lainnya dan penyakit-penyakit yang disebabkannya, seperti influenza.

Mereka pun menduga bahwa virus corona Wuhan memiliki metode transmisi yang sama dengan seluruh virus corona lainnya, terutama SARS.

Baca juga: WHO Belum Tetapkan Virus Corona Wuhan Sebagai Ancaman Kesehatan Dunia

Ketika seorang pasien yang terinfeksi virus corona bersin atau batuk, mereka melontarkan butiran air liur, ingus atau cairan tubuh lainnya. Butiran inilah yang membawa virus corona, sehingga jika jatuh pada Anda, atau Anda tak sengaja menyentuhnya dan memegang wajah, maka Anda bisa tertular.

Lalu, jika butiran ini jatuh pada permukaan benda, ketahanan virusnya sangat bergantung pada butirannya dan permukaannya. Sebuah virus bisa bertahan antara hitungan jam hingga berbulan-bulan.

Untungnya lontaran butiran cairan tubuh ini biasanya tidak jauh-jauh dari sumbernya.

Emily Landon, seorang direktur medis bidang antimikroba dan kontrol infeksi di University of Chicago Medicine mengungkapkan bahwa di rumah sakitnya, paparan influenza bisa mencapai dua meter dari orang yang terinfeksi dan bertahan setidaknya 10 menit.

Namun, ada juga studi yang menemukan bahwa virus pernapasan bisa ditularkan lewat udara dalam bentuk partik kecil dan kering yang disebut aerosol, meskipun ini bukan mekanisme yang umum.

Baca juga: Sudah Lama Ada, Kenapa Virus Corona Baru Sekarang Menginfeksi Manusia?

Penyebaran virus di pesawat

Dengan mengenal cara penyebaran virus corona, maka para ahli bisa mengetahui seberapa besar kemungkinan seseorang di pesawat tertular virus corona berdasarkan lokasi duduknya.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X