Mau Naik Pesawat, Duduk di Mana agar Tak Tertular Virus Corona?

Kompas.com - 29/01/2020, 18:04 WIB
Seorang pekerja dari layanan pembersihan menyemprotkan desinfektan di dalam gerbong kereta sebagai upaya mencegah penyebaran virus corona yang berasal dari Wuhan, China, di Stasiun Kereta Api Suseo di Seoul, Korea Selatan, Jumat (24/1/2020). Hingga saat ini, sudah 12 negara di berbagai belahan Bumi yang positif mengumumkan terdampak virus corona yang dilaporkan sudah menjangkiti 1.300 orang dan membunuh 41 orang di China. AFP/HONG YOON-GISeorang pekerja dari layanan pembersihan menyemprotkan desinfektan di dalam gerbong kereta sebagai upaya mencegah penyebaran virus corona yang berasal dari Wuhan, China, di Stasiun Kereta Api Suseo di Seoul, Korea Selatan, Jumat (24/1/2020). Hingga saat ini, sudah 12 negara di berbagai belahan Bumi yang positif mengumumkan terdampak virus corona yang dilaporkan sudah menjangkiti 1.300 orang dan membunuh 41 orang di China.

Jika merujuk pada panduan Badan Kesehatan Dunia (WHO), maka batasnya adalah dua baris dari orang yang terinfeksi.

Namun, orang tidak hanya duduk diam di pesawat. Mereka bisa jadi berjalan-jalan di pesawat untuk ke toilet atau mengambil barang.

Dengan mengobservasi perilaku penumpang dan kru di 10 penerbangan antarbenua dari/ke Amerika Serikat, beserta jumlah dan durasi kontak; tim peneliti FlyHealthy menemukan estimasi risiko penularan penyakit pernapasan yang lebih akurat.

Hasil yang telah dipublikasikan dalam jurnal PNAS pada 2018 mengungkapkan bahwa mayoritas penumpang pernah meninggalkan kursinya untuk ke toilet atau mengambil barang di kabin selama penerbangan.

Baca juga: Terobosan Signifikan, Ahli Duplikat Virus Corona untuk Tangani Wabah

38 persen melakukannya sekali, 24 persen melakukannya lebih dari sekali, sedangkan 38 persen sisanya duduk terus di dalam pesawat.

Orang-orang yang paling sering meninggalkan kursinya adalah mereka yang duduk di pinggir lorong pesawat (80 persen). Ini jauh berbeda dengan mereka yang duduk di pinggir jendela, yakni hanya 43 persen.

Alhasil, orang-orang yang duduk di samping jendela paling jarang mengalami kontak dengan orang di kursi lainnya, yakni sekitar 12 kali dibandingkan 58 kali bagi penumpang di kursi tengah dan 64 kali dibandingkan penumpang di kursi dekat lorong.

Artinya, kursi yang paling minim risiko penularan penyakit adalah yang dekat jendela jika Anda duduk terus selama penerbangan.

Akan tetapi, kalaupun Anda sempat meninggalkan kursi, duduk di kursi samping jendela dan kursi tengah akan mengurangi risiko Anda tertular penyakit, bahkan ketika Anda duduk di dalam batas dua baris WHO.

Howard Weiss yang memimpin penelitian menjelaskan bahwa hal ini karena kontak manusia di pesawat biasanya sangat pendek, di mana orang yang bergerak di lorong biasanya melakukannya dengan cepat, sehingga kemungkinan penularannya pun kecil.

Namun, lain ceritanya bila yang terinfeksi adalah kru pesawat. Tuntutan pekerjaan mengharuskan mereka lebih banyak berjalan di lorong dan berinteraksi dengan penumpang. Seorang kru yang sakit bisa menulari 4,6 penumpang dalam satu penerbangan.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X