Halo Prof! Adakah Kaitan antara Cairan Empedu Berlebih dan Otot Punggung?

Kompas.com - 29/01/2020, 13:45 WIB
dr. Lianda Siregar, Sp. PD-KGEH, FINASIM
Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Gastroenterologi Hepatologi
RS Pondok Indah ? Puri Indah RS Pondok Indahdr. Lianda Siregar, Sp. PD-KGEH, FINASIM Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Gastroenterologi Hepatologi RS Pondok Indah ? Puri Indah

2. Esophagitis infeksi, bisa disebabkan karena jamur (candida dan non-candida), virus, bakteri bahkan parasit (walaupun kasus infeksi karena parasit ini jarang sekali ditemukan). Biasanya dihubungkan dengan kondisi sistem imun seseorang misalnya orang yang terkena virus HIV

3. Esophagitis yang berhubungan dengan penyakit sistemik, contoh penyakit scleroderma, eosinophilic esophagitis, penyakit Crohn, dan beberapa keadaan lainnya

Ketika asam naik ke arah kerongkongan dan sampai ke mulut akan menimbulkan sensasi rasa panas seperti terbakar di daerah dada, menimbulkan batuk dan rasa tidak enak di tenggorokan sehingga biasanya timbul dorongan ingin minum untuk mengurangi rasa asam yang sangat.

Asam lambung ini dapat menyebabkan terjadinya asma, gigi yang rapuh, hingga radang di daerah tenggorokan (laryngitis).

Untuk mencegahnya, Bapak sebaiknya melakukan perubahan pola hidup, seperti berikut ini:

• Mengurangi porsi makan menjadi lebih sedikit tetapi sering
• Hindari alkohol, makanan asam, atau makanan yang dapat merangsang asam lambung seperti kopi, cokelat, dan makanan berlemak, serta stop kebiasaan merokok
• Hindari langsung berbaring atau tidur sesaat setelah makan
• Lakukan tidur dengan letak kepala lebih tinggi (elevasi)
• Harus terus mengonsumsi obat yang telah diberikan oleh dokter Bapak, karena untuk memperbaiki luka akibat naiknya asam lambung di kerongkongan dibutuhkan waktu beberapa minggu dengan menekan produksi asam dari lambung, sehingga bila obat sudah habis, sebaiknya Bapak segera berkonsultasi kembali ke dokter.

Baca juga: Halo Prof! Apa Penyebab Sakit Perut Sebelah Kanan?

Kondisi yang kedua adalah gastritis superficialis antrum.

Ini adalah diagnosis makroskopis yang dilihat secara endoskopi, biasanya ringan dan lebih ringan dari luka lecet (erosi). Setelah diagnosis ini biasanya dilakukan biopsi atau mengambil jaringan mukosa/dinding lambung untuk menilai lebih lanjut kelainan histopatologi yang ada di mukosa lambung dengan kriteria Sydney system.

Sayangnya, Bapak tidak menginformasikan apakah ada jaringan lambung Bapak yang dibiopsi untuk memastikan diagnosis tersebut serta melihat apakah ada kuman Helicobacter pylori di dinding (mukosa) lambung.

Bila ditemukan kuman Helicobacter Pylori, harus ditangani lebih lanjut untuk mengeradikasi kuman. Namun, bila hasilnya negatif kuman tersebut, dapat diberikan pengobatan simptomatis dan menghindari faktor penyebabnya seperti obat-obat penghilang rasa nyeri (Nsaid) yang dapat melukai dinding lambung.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X