Halo Prof! Adakah Kaitan antara Cairan Empedu Berlebih dan Otot Punggung?

Kompas.com - 29/01/2020, 13:45 WIB
dr. Lianda Siregar, Sp. PD-KGEH, FINASIM
Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Gastroenterologi Hepatologi
RS Pondok Indah ? Puri Indah RS Pondok Indahdr. Lianda Siregar, Sp. PD-KGEH, FINASIM Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Gastroenterologi Hepatologi RS Pondok Indah ? Puri Indah

KOMPAS.com - Kesehatan adalah yang aset terpenting bagi seseorang. Oleh sebab itu, tidak heran bila seorang pembaca Kompas.com bernama Gede merasa khawatir akan keluhan yang dialaminya dan bertanya ke Halo Prof!. Berikut pertanyaannya:

"Pagi Prof, Saya Gede dari Denpasar, Bali. Saya pria berusia 38 tahun.

Begini, Prof, dua bulan lalu saya diendoskopi, dan hasilnya cairan empedu berlebihan (esofagitis erosiva, gastritis superficialis antrum). Saya ingin menanyakan, apakah sakit ini berkaitan dengan otot punggung bagian bawah yang posisinya di atas tulang ekor (kira-kira 20 cm), karena begitu perut mulai tidak enak, napas tersengal-sengal, otot punggung tersebut terasa tebal. Dokter saya bilang kurangi makanan bersantan dan berlemak.

Mohon penjelasannya ya, Prof. Terima kasih Prof. Salam, Gede"

Baca juga: Halo Prof! Bisakah Pan-Gastritis Disembuhkan?

Keluhan Gede dijawab langsung oleh dr. Lianda Siregar, Sp. PD-KGEH, FINASIM, Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Gastroenterologi Hepatologi, RS Pondok Indah – Puri Indah. Berikut paparannya:

Halo Bapak Gede, terima kasih atas pertanyaannya.

Saya sudah membaca keluhan yang Bapak alami. Saya akan mencoba menjelaskan mengenai hasil penemuan kelainan endoskopi Bapak.

Pertama, konsisi esophagitis erosiva adalah adanya luka lecet (erosi) di permukaan dinding kerongkongan (esofagus), penyebabnya ada beberapa faktor, yakni:

1. Reflux esophagitis, paling sering disebabkan karena adanya refluks asam dari lambung naik ke kerongkongan akibat lemahnya pintu (sphingter) antara lambung dan kerongkongan (lower esophageal sphingter), sehingga memungkinkan asam lambung yang pH-nya sangat rendah (asam) kembali ke kerongkongan berulang kali sehingga melukai dinding kerongkongan dan menimbulkan inflamasi atau peradangan.

Ada beberapa keadaan sebagai faktor risiko yang dapat melemahkan pintu (sphingter) lambung kerongkongan, seperti: ibu hamil pada trimester ketiga, obesitas (kegemukan), kebiasaan merokok, kebiasaan minum alkohol, kopi, teh, makan cokelat, makanan berlemak dan pedas, peppermint, obat-obat tertentu seperti obat penyakit asma berjenis theophillin, obat keropos tulang berjenis alendronate, dan lainnya.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X