Pemanasan Global, Emisi Gas Rumah Kaca Masih Tinggi di Atmosfer

Kompas.com - 23/01/2020, 10:15 WIB
Ilustrasi rottadanaIlustrasi

Sebab, HFC-23 dan gas lainnya bercampur di atmosfer. Para ilmuwan mengamati pengukuran dari lima stasiun di seluruh dunia yang memantau gas rumah kaca.

Penurunan gas rumah kaca tidak capai target

Hasilnya tidak terduga, walaupun penurunan emisi yag diharapkan 87 persen, ilmuwan mengungkapkan HFC-23 mencapai ketinggian baru pada 2018.

Emisi tambahan dari 2014 hingga 2017, kira-kira setara dengan semua emisi gas rumah kaca Spanyol pada tahun 2017.

Oleh karena itu, para peneliti berhipotesis, sebagian besar ini disebabkan China tidak memenuhi target penurunan HFC dan emisi yang tersisa tidak dilaporkan.

Jika China benar-benar mengurangi emisinya, maka negara-negara maju lainnya harus meningkatkan emisinya sebesar 780 persen antara periode tahun 2015 dan 2017.

Lompatan yang cukup drastis dalam kerangka waktu kecil untuk negara-negara yang sedang berjuang. Jika India yang harus disalahkan, ia harus meningkatkan emisinya sebesar 690 persen pada tahun-tahun ini.

Baca juga: Akibat Pemanasan Global, 700 Lautan di Dunia Kekurangan Oksigen

" Gas rumah kaca yang kuat ini telah berkembang pesat di atmosfer selama beberapa dekade sekarang, dan laporan-laporan ini menunjukkan kenaikan seharusnya hampir sepenuhnya berhenti dalam waktu dua atau tiga tahun," kata rekan penulis Matt Rigby, seorang ilmuwan atmosfer di University of Bristol dan anggota Eksperimen Gas Atmosfer Global.

Studi lain juga menunjukkan emisi HFC-23 dan refrigeran lainnya menyebabkan setengah pemanasan dan pencairan di Kutub Utara.

Para ilmuwan mengatakan sebenarnya gas rumah kaca ini meningkat dan tidak menurun seperti yang dilaporkan.

Penelitian lebih lanjut akan diperlukan untuk mencari tahu, di mana letak perbedaan antara emisi yang dilaporkan dan pengamatan atmosfer terletak.

Namun, masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan untuk mengurangi emisi. Dunia perlu menghentikan semua emisi gas rumah kaca jika agar dapat mengatasi krisis iklim dan pemanasan global.

Baca juga: Pemanasan Global: Proses, Penyebab, dan Dampaknya

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Sumber Earther
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X