Cegah Virus Corona China, Terawan Imbau Masyarakat Lakukan Ini

Kompas.com - 20/01/2020, 08:06 WIB
Seorang pria berjalan meninggalkan Wuhan Medical Treatment Centre, tempat di mana seorang pria meninggal karena dugaan penyakit pernapasan yang misterius, di Kota Wuhan, China, Minggu (12/1/2020). Virus misterius mirip pneumonia telah menjangkiti puluhan orang dan menelan korban jiwa kedua di China, menurut pemerintah setempat. AFP/NOEL CELISSeorang pria berjalan meninggalkan Wuhan Medical Treatment Centre, tempat di mana seorang pria meninggal karena dugaan penyakit pernapasan yang misterius, di Kota Wuhan, China, Minggu (12/1/2020). Virus misterius mirip pneumonia telah menjangkiti puluhan orang dan menelan korban jiwa kedua di China, menurut pemerintah setempat.

Dalam kesempatan tersebut, dr. Siswanto selaku kepala Litbang Kemenkes mengatakan, ada tiga pilar penting yang harus kita lakukan untuk mengantisipasi wabah tersebut, yakni:

  1. Kemampuan mencegah dan memperbaiki perilaku dan pengetahuan.
  2. Kemampuan mendeteksi (penyakit) ditingkatkan, terutama lewat pintu-pintu masuk negara. Itu harus didukung oleh kemampuan rumah sakit maupun klinin untuk dikirim ke laboratorium.
  3. Kemampuan merespons, penting kaitannya dengan pelayanan kesehatan dan tentunya harus proporsional sehingga tidak menimbulkan ketakutan.

Imbauan Menkes

Berkaitan dengan wabah ini, Menkes Letjen (Purn) Dr. dr. Terawan Agus Putranto, Sp. Rad(K) juga mengimbau masyarakat untuk terus waspada.

''Hasil pengkajian menunjukkan bahwa penyakit ini bukan disebabkan virus influenza dan bukan penyakit pernapasan biasa. Semua pasien di Wuhan telah mendapatkan pelayanan kesehatan. Kita sudah dapat info mereka juga sudah diisolasi dan dilakukan penelusuran atau investigasi untuk mengetahui penyebabnya,'' katanya, Jumat (10/1).

WHO sampai saat ini tidak melakukan pembatasan perjalanan ke Tiongkok.

Namun demikian, Menkes terawan meminta kepada seluruh masyarakat harus membiasakan berperilaku hidup sehat, seperti cuci tangan sebelum makan, pakai masker agar tidak menular ke orang lain, makan makanan bergizi seimbang, makan buah dan sayur yang cukup, melakukan aktivitas fisik minimal setengah jam setiap hari, dan segera berobat jika sakit.

Bagi masyarakat Indonesia yang baru saja berpergian dari wilayah Tiongkok, diimbau agar:

  1. Menghindari berkunjung ke pasar ikan atau tempat penjualan hewan hidup,
  2. Jika dalam perjalanan merasa berinteraksi dengan orang dengan gejala demam, batuk, dan susah bernafas atau jatuh sakit dengan gejala yang sama, agar segera berobat menuju fasilitas kesehatan terdekat,
  3. Jika saat di Indonesia menunjukkan gejala demam, batuk, dan sukar bernafas agar segera berobat.

''Jika ada tanda-tanda seperti itu, agar segera ke Puskesmas atau fasilitas pelayanan kesehatan lainnya. Pencegahan yang dapat dilakukan dengan hygiene diri termasuk cuci tangan. Itu yang saya minta terus digalakkan di lingkungan masyarakat,'' ucap Menkes Terawan.

Hingga saat ini, kata Terawan, tidak ada laporan penularan pneumonia ke Indonesia.

"WHO tidak mengeluarkan travel warning untuk membatasi perjalanan ke sana, imbauan saya untuk masyarakat tetaplah hidup sehat, makan cukup, istirahat cukup, itu paling penting menghdapi situasi seperti ini," katanya.

Menkes Terawan juga meminta masyarakat tidak panik. Pasalnya, Kemenkes sudah melakukan upaya preventif dan deteksi terutama dari Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP).

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Baca tentang
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X