Mengenal Wabah Virus Corona China dan Cara Mencegahnya

Kompas.com - 19/01/2020, 10:04 WIB
Ilustrasi peneliti sedang bekerja di laboratorium. THINKSTOCKPHOTOSIlustrasi peneliti sedang bekerja di laboratorium.

Sebelumnya, pada 2012 kita dikejutkan dengan berita mengenai kasus flu unta (Middle East respiratory syndrome coronavirus, MERS-CoV) yang mencemaskan jemaah haji dan umroh. Begitu juga pandemi flu babi (Influenza A/H1N1pdm) pada 2009 yang secara global menyebabkan lebih dari 5.700 orang meninggal.

Bukan pula pertama kali kita mendengar kabar infeksi penyakit baru dari China. Pada 2013 ditemukan infeksi flu burung (Influenza A/H7N9) pada manusia dengan total 1.567 kasus, yang mengakibatkan setidaknya total 615 kematian.

Kasus pertama nCoV berawal dari sebuah Pasar Seafood Huanan di Wuhan. Pada 31 Desember 2019, China melaporkan 27 orang menderita mirip pneumonia, demam, kesulitan bernafas, dan menunjukan gejala tidak normal infiltrasi pada paru-paru penderita. Diduga kasus penularan mulai terjadi sekitar 8 Desember 2019 hingga 2 Januari 2020

Pemerintah China segera mencegah penyebaran penyakit lebih luas dengan menutup dan mengisolasi pasar tersebut untuk disterilisasi.

Penularan: dari hewan ke manusia

Novel Coronavirus (nCoV) adalah virus dari keluarga Coronavirus, yaitu virus yang berkerabat dekat dengan virus MERS-CoV dan SARS (Sindrom Pernafasan Akut Berat). Virus ini jenis zoonosis, yaitu virus ditularkan hewan ke manusia. Hingga saat ini belum dapat dipastikan nama hewan yang menularkan virus ini ke manusia di Wuhan.

Wuhan novel coronavirus (nCoV) adalah galur (strain) baru coronavirus yang belum pernah diidentifikasi sebelumnya pada manusia. Belum ada penamaan resmi pada nCoV ini, meski telah diketahui bahwa virus ini adalah anggota genus Betacoronavirus dengan subgenus Sarbecovirus.

Analisis genetik virus ini menunjukan virus ini memiliki 89% kemiripan dengan virus SARS yang berkerabat dengan virus kelelawar SARS, yang juga merupakan anggota coronavirus. Namun hal ini bukan berarti bahwa nCoV berasal dari kelelawar.

Sebagai contoh, MERS-CoV juga memiliki kedekatan genetik 88% dengan coronavirus kelelawar, tapi pada kenyataannya ditularkan ke manusia lewat onta. Investigasi mengenai hewan penular nCoV ini masih terus berjalan.

Gejala umum infeksi coronavirus antara lain demam, batuk, kesulitan bernafas. Pada kasus yang lebih parah, infeksi virus ini dapat menyebabkan pneumonia, sindrom pernafasan akut, kegagalan ginjal bahkan kematian. Belum diketahui cara penyebaran maupun hewan yang pertama kali menularkannya ke manusia.

Cara mencegahnya

Hingga saat ini, belum ada vaksin untuk mencegah penularan nCoV. Namun, bukan berarti kita tidak bisa berkontribusi untuk mencegah penularan penyakit ini.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Baca tentang
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X