Kompas.com - 18/01/2020, 20:45 WIB
Fenomena cermin langit raksasa di Salar de Uyuni, Bolivia. ShutterstockFenomena cermin langit raksasa di Salar de Uyuni, Bolivia.

Namun, menurut Mark Milligan, seorang ahli geologi dari Utah Geological Survey, untuk kali pertama mineral itu muncul sebagai gundukan di atas permukaan.

"Ada endapan mirabilite setiap musim dingin, tetapi biasanya mengendap di dekat dasar danau. Gundukan berlapis mineral biasanya hanya terlihat di Kutub Utara," ungkap Milligan.

Ahli geologi berpikir, mineral yang diendapkan dari air garam di atas mata air panas yang kaya akan sulfat, secara bertahap terekspos.

Hal itu terjadi, ketika level air danau turun, karena konsumsi air di tempat lain.

Mirabilite adalah nama yang disematkan seorang kimiawan berdarah Jerman-Belanda, Johann Glauber pada sekitar abad 17.

Berawal saat Glauber menemukan endapan mineral itu di perairan di Austria.

Dia menamainya dengan Sal mirabilis, bahasa latin dari garam ajaib, yang kemudian lebih dikenal dengan garam Glauber.

Garam ini pernah digunakan dalam pengobatan, terutama sebagai obat pencahar.

Baca juga: Robot Curiosity Temukan Oasis Kuno di Mars

Endapan garam mirip di Planet Mars

Kendati mirabilite belum ditemukan di Planet Mars, para ilmuwan menduga endapan itu mirip gundukan mineral kuno yang mungkin masih mengandung jejak fosil mikroba dari Mars kuno.

Di Mars, struktur mineral itu dapat membantu mengawetkan jejak mikroba yang mungkin hidup di danau air asin di planet tersebut miliaran tahun lalu.

Badan Antariksa Amerika (NASA) melaporkan pada tahun 2011, pesawat penjelajah menemukan sulfat di Planet Mars yang tampaknya telah diendapkan oleh air.

Penjelajahan Curiosity baru-baru ini juga mendeteksi tanda-tanda adanya danau air asin purba.

"Temperatur di Mars, rerata minus 60 derajat Celcius, juga akan cukup rendah untuk menjaga mineral seperti itu tetap stabil," sambung Milligan.

Baca juga: Air di Planet Mars Tiba-tiba Lenyap, Ke Mana Perginya?

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.