Kepala LIPI: Kebun Raya adalah Platform Riset

Kompas.com - 15/01/2020, 20:03 WIB
Wisatawan mengunjungi Kebun Raya Bogor, Jawa Barat, Jumat (19/5/2017). Kebun botani yang digagas oleh Prof C.G.C Reinwardt seorang botanis berkebangsaan Jerman sebagai tempat penelitian ini genap berusia 200 tahun. KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMO KRISTIANTO PURNOMOWisatawan mengunjungi Kebun Raya Bogor, Jawa Barat, Jumat (19/5/2017). Kebun botani yang digagas oleh Prof C.G.C Reinwardt seorang botanis berkebangsaan Jerman sebagai tempat penelitian ini genap berusia 200 tahun. KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMO

 

KOMPAS.COM - Saat ini, Indonesia memiliki 39 kebun raya yang mencerminkan keragaman eco-region Indonesia.

Lima kebun raya yang dikelola oleh Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) adalah Kebun Raya Bogor, Kebun Raya Cibodas, Kebun Raya Purwodadi, Kebun Raya Bali, dan Kebun Raya Cibinong.

Sementara, 34 sisanya dikelola oleh pemerintah daerah dan perguruan tinggi.

Kepala LIPI, Laksana Tri Handoko di Bogor, Jawa Barat pada Selasa (14/1/2020), mengatakan, Kebun Raya adalah platform untuk melakukan penelitian terkait kekayaan keanekaragaman hayati Indonesia.

Baca juga: Kebun Raya Punya 5 Fungsi, Apa Sajakah Itu?

Handoko juga menjelaskan, prinsip konservasi menjadi landasan dalam kegiatan riset pemanfaatan kekayaan hayati yang dilakukan Kebun Raya.

“Prinsip ini yang kita lakukan di LIPI. Ini menjadi bagian penting dan pertama kali harus dilakukan, sebelum kita melakukan penelitian untuk pemanfaatan lebih lanjut” sambungnya.

Selain kegiatan konservasi dan riset, menurut Handoko, keberadaan kebun raya juga memiliki fungsi jasa lingkungan, pendidikan, dan wisata.

“LIPI akan fokus pada fungsi-fungsi konservasi dan riset sesuai perannya sebagai lembaga penelitian,” ujarnya.

Baca juga: Kebun Raya Bogor Akan Bersolek, Begini Rupanya Nanti

Handoko juga menerangkan, partisipasi berbagai pihak perlu dilakukan agar fungsi-fugsi lainnya bisa memenuhi harapan masyarakat sebagai pengguna layanan.

“Kita harapkan keterlibatan publik bisa mengembangkan variasi layanan edukasi tentang pentingnya konservasi lingkungan dengan cara-cara yang lebih mengena kepada masyarakat” tutup Handoko.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X