Kok Bisa Harimau Muncul di Kampus UNSRI? Begini Penjelasan Ahli...

Kompas.com - 09/01/2020, 12:31 WIB
Harimau sumatera Atan Bintang berada di PRHSD di sumatera Barat untuk menjalani observasi. Harimau ini sebelumnya dievakuasi dari kolong ruko pasar di Kecamatan Pulau Burung, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Riau. Dok. BBKSDA Riau dok.BBKSDA RIAUHarimau sumatera Atan Bintang berada di PRHSD di sumatera Barat untuk menjalani observasi. Harimau ini sebelumnya dievakuasi dari kolong ruko pasar di Kecamatan Pulau Burung, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Riau. Dok. BBKSDA Riau

KOMPAS.com - Konflik harimau memasuki pemukinan warga masih terus berlanjut. Pada November hingga Desember 2019, dilaporkan ada lima orang di Sumatera Selatan meninggal dunia karenanya.

Dalam laporan terbaru berita Antara (9/1/2020), seekor harimau dikabarkan mondar-mandir di area kebun riset yang ada di dalam Komplek Universitas Sriwijaya (UNSRI) kampus Indralaya, Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan (Sumsel) dalam enam hari terakhir.

Berdasarkan laporan yang diterima Kepala Kebun Riset Unsri, M Umar Harun, ada dua laporan terkait kemunculan harimau, yakni pada Sabtu (4/1/2020) dan Selasa (7/1/2020).

Peneliti Mamalia Pusat Penelitian Biologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Gono Semiadi mengatakan, konflik antara harimau dengan penduduk dan hewan ternak sudah sering terjadi.

Baca juga: Harimau Ini Berjalan 1.300 Kilometer demi Mangsa dan Pasangan

Faktor pemicu harimau masuk perkampungan penduduk

Fenomena tersebut terjadi karena beberapa hal.

Mulai dari persaingan wilayah antara sumber makanan, adanya persaingan wilayah antara kelompok harimau dewasa, hingga terganggunya habitat harimau karena aktivitas manusia yang semakin masuk ke wilayah jelajah harimau.

Selain itu, tingkat perburuan babi dan rusa yang kerap dilakukan masyarakat, kata Gono, juga berkontribusi merusak sistem rantai makanan di dalam hutan.

Padahal, setidaknya dalam satu tahun, harimau Sumatera diperkirakan membutuhkan 50 ekor babi sebagai makanannya.

"Berkurangnya sumber makanan, tentu sangat mempengaruhi kelangsungan hidup mereka (harimau)," kata dia.

Sementara itu, pengendalian terhadap serangan harimau perlu dikaji dengan cermat.

Halaman:


Sumber Antara
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X