Kompas.com - 07/01/2020, 18:32 WIB
Petugas Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Bandara Soekarno-Hatta melakukan Thermal Scanner (deteksi suhu tubuh) di kedatangan internasional Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Selasa (7/1/2020). KOMPAS.com/SINGGIH WIRYONOPetugas Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Bandara Soekarno-Hatta melakukan Thermal Scanner (deteksi suhu tubuh) di kedatangan internasional Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Selasa (7/1/2020).

Seluruh pasien juga sudah dikarantina, dengan tujuh di antaranya kini berada dalam kondisi kritis. Lalu, 163 orang yang pernah berkontak dekat dengan pasien juga telah diletakkan di bawah observasi medis.

Akan tetapi, para pakar medis menegaskan bahwa kemungkinan itu tidak betul-betul hilang.

Profesor Leo Poon, seorang pakar virologi dari Hong Kong University dan pakar SARS, berkata bahwa dengan ditutup dan dibersihkannya pasar tempat penyakit ini mewabah, maka timbulnya infeksi baru akan menurun.

Namun tingkat keparahan situasi ini tergantung pada apakah penyakit ini bisa ditularkan dari manusia ke manusia.

Baca juga: Apa Itu African Swine Fever, Penyebab Kematian 20.500 Babi di Sumut?

Hui dari Universitas China juga sependapat. Dia berkata bahwa kemungkinan transmisi manusia ke manusia belum bisa dibuang sepenuhnya karena virus pernapasan sering kali dapat ditularkan antar manusia.

"Masalahnya hanyalah seberapa menular (virusnya)," ujarnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Para pakar juga khawatir karena waktu kemunculan virus ini yang menjelang Imlek.

Pasalnya, pada masa Imlek, ratusan juta warga China akan pulang kampung menggunakan kereta, bus dan pesawat terbang. Jutaan warga China lainnya juga akan berlibur ke luar negeri pada saat Imlek.

Di sisi lain, para pakar melihat bahwa sejauh ini belum ada kematian yang disebabkan oleh penyakit pneumonia misterius ini. Lagipula, kemampuan riset dan diagnosis saat ini jauh lebih baik daripada saat SARS mewabah satu dekade yang lalu.

Yuen Kwok-Yung, seorang ahli mikrobiologi dari Universitas Hong Kong, mengatakan kepada Time, Selasa (7/1/2019), sangat kecil kemungkinan ini akan menyebabkan wabah seperti tahun 2003, meskipun kita tidak boleh merasa puas dulu.

Baca juga: 4.682 Babi di Sumut Mati karena Penyakit Hog Cholera, Apa Itu?

Halaman:


Sumber CNN,Time
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Varian Beta dan Omicron dari Satu Negara, Mengapa Afrika Rawan Munculnya Varian Baru Covid-19?

Varian Beta dan Omicron dari Satu Negara, Mengapa Afrika Rawan Munculnya Varian Baru Covid-19?

Oh Begitu
Pecahkan Rekor, Wahana Antariksa Parker Ada di Jarak Terdekat dengan Matahari

Pecahkan Rekor, Wahana Antariksa Parker Ada di Jarak Terdekat dengan Matahari

Oh Begitu
BMKG: Bibit Siklon Tropis 94W di Perairan Kamboja Pengaruhi Cuaca Indonesia

BMKG: Bibit Siklon Tropis 94W di Perairan Kamboja Pengaruhi Cuaca Indonesia

Fenomena
Nikel Indonesia Guncang Dunia, Ini Tanaman Penambang Nikel di Sorowako Sulsel

Nikel Indonesia Guncang Dunia, Ini Tanaman Penambang Nikel di Sorowako Sulsel

Oh Begitu
Ada Varian Baru Omicron, Akankah Gelombang 3 Pandemi Terjadi Akhir Tahun Ini?

Ada Varian Baru Omicron, Akankah Gelombang 3 Pandemi Terjadi Akhir Tahun Ini?

Oh Begitu
[POPULER SAINS] Apa Itu Pneumonia yang Dialami Ameer Azzikra | Kenapa Komodo Hanya Hidup di Indonesia?

[POPULER SAINS] Apa Itu Pneumonia yang Dialami Ameer Azzikra | Kenapa Komodo Hanya Hidup di Indonesia?

Oh Begitu
Kenapa Komodo Hanya Hidup di Indonesia?

Kenapa Komodo Hanya Hidup di Indonesia?

Oh Begitu
Apa Itu Sarkoma Jantung, Kanker yang Diidap Virgil Abloh Sebelum Meninggal Dunia?

Apa Itu Sarkoma Jantung, Kanker yang Diidap Virgil Abloh Sebelum Meninggal Dunia?

Oh Begitu
Varian Baru Omicron 500 Persen Lebih Menular, Perhatikan 6 Hal Ini Sebelum Bepergian Saat Nataru

Varian Baru Omicron 500 Persen Lebih Menular, Perhatikan 6 Hal Ini Sebelum Bepergian Saat Nataru

Oh Begitu
Akibat Es Laut Arktik Mencair, Beruang Kutub Kejar dan Mangsa Rusa

Akibat Es Laut Arktik Mencair, Beruang Kutub Kejar dan Mangsa Rusa

Fenomena
Ameer Azzikra Meninggal karena Pneumonia, Begini Kaitan Pneumonia dan Infeksi Ginjal

Ameer Azzikra Meninggal karena Pneumonia, Begini Kaitan Pneumonia dan Infeksi Ginjal

Oh Begitu
Jejak Dinosaurus di Texas Tampak Aneh, Peneliti Menduga Jejak Kaki Depan Sauropoda

Jejak Dinosaurus di Texas Tampak Aneh, Peneliti Menduga Jejak Kaki Depan Sauropoda

Fenomena
5 Minuman yang Baik untuk Asam Lambung

5 Minuman yang Baik untuk Asam Lambung

Kita
Ikan Nila Mengandung Mikroplastik, Ikan di Pulau Jawa Tak Layak Dikonsumsi

Ikan Nila Mengandung Mikroplastik, Ikan di Pulau Jawa Tak Layak Dikonsumsi

Fenomena
5 Manfaat Yodium untuk Kesehatan, Penting untuk Wanita Hamil

5 Manfaat Yodium untuk Kesehatan, Penting untuk Wanita Hamil

Kita
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.