Kompas.com - 27/12/2019, 17:04 WIB
Penampakan puncak gerhana matahari cincin yang diabadikan oleh Tim BMKG dari Nias Utara, Sumatera Utara, Kamis (26/12/2019). Menurut daftar yang dirilis BMKG, fenomena astronomi gerhana matahari cincin akan melewati 25 kota/kabupaten di Indonesia pada Kamis hari ini. HANDOUT/BMKGPenampakan puncak gerhana matahari cincin yang diabadikan oleh Tim BMKG dari Nias Utara, Sumatera Utara, Kamis (26/12/2019). Menurut daftar yang dirilis BMKG, fenomena astronomi gerhana matahari cincin akan melewati 25 kota/kabupaten di Indonesia pada Kamis hari ini.

Pada saat terjadi GMT, monyet hitam jantan alfa yang dominan dalam kelompoknya mengeluarkan suara keras seperti "wa-wa-wa".

Suara seperti itu biasanya merupakan panggilan atau tanda situasi berbahaya dan sebagai perintah bagi individu lain untuk berkumpul.

Setelah itu, monyet hitam jantan alfa bergerak turun ke tanah, diikuti oleh monyet hitam lainnya membentuk lingkaran, dan monyet hitam jantan alfa tersebut berada di tengah lingkaran.

3. Burung Maleo

Ketika terjadi GMT, burung Maleo atau Macrocephalon maleo menunjukkan perilaku cemas yang diekspresikan oleh gerakan tidak teratur di kandang.

Maleo jantan terbang ke sarang buatan, yang dibentuk menggunakan cabang pohon di posisi yang lebih tinggi di dalam kandang, dan berperilaku seperti sedang beristirahat sebelum malam tiba.

Perilaku yang tidak biasa tersebut jarang terlihat selama hari normal.

Baca juga: Gerhana Matahari Cincin, Ini Persiapan Komunitas Astronomi di Singkawang

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

4. Kumbang kotoran

Pada umumnya, kumbang kotoran atau Paragymnopleurus planus memiliki perilaku mengumpulkan kotoran dengan membentuk bola dan menggelindingkannya ke sarangnya.

Ketika terjadi GMT, kumbang kotoran pada awalnya memperlambat kecepatan mendorong bola kotoran, kemudian berhenti dan bersembunyi dengan menguburkan diri di dalam tanah.

Saat gerhana matahari telah usai, kumbang ini kembali ke aktivitas normal.

5. Katak dan serangga malam

Ketika terjadi GMT, katak dengan jenis Microhyla sp akan mengeluarkan suara seperti yang biasa dilakukannya pada saat malam hari.

Hal itu juga dilakukan oleh jangkrik dan tonggeret serta serangga malam lainnya seperti ngengat.

Ngengat itu sendiri justru tercatat aktif mendatangi light trap yang dipasang selama terjadi gerhana.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X