Hutan Purba Berusia 385 Juta Tahun Ditemukan di New York

Kompas.com - 21/12/2019, 20:04 WIB
Salah satu sistem akar yang ditemukan di hutan purba, berusia sekitar 385 juta tahun lalu. science alertSalah satu sistem akar yang ditemukan di hutan purba, berusia sekitar 385 juta tahun lalu.

KOMPAS.com - Peneliti berhasil mengungkap keberadaan hutan purba tertua di dunia.

Fosil hutan tersebut ditemukan di sebuah tambang di Kairo, New York dan diperkirakan berusia 385 juta tahun lalu.

Peneliti menemukan fosil hutan tertua tersebut pertama kali pada tahun 2009.

Semenjak itu tim peneliti internasional telah berhasil memetakan lebih dari 3000 meter persegi fosil hutan ini.

Baca juga: Terobosan Baru, Peneliti Kembangkan Gel Pencegah Kebakaran Hutan

Di area itu, peneliti menjumpai 3 sistem akar yang menunjukkan spesies pohon berbeda, menempati berbagai bagian lanskap

"Anda berjalan melalui akar-akar pohon kuno," kata Christoper Berry, paleobotanis dari Cardiff University, Inggris, dilansir Science Alert, Jumat (20/12/2019).

Salah satunya akar ada yang memiliki lebar hampir 11 meter.

Akar kayu panjang itu dianggap tanaman yang masuk dalam genus Archaeopteris.

Bekas akar Archaeopteris, pohon yang sudah punah, di situs fosil Kairo. Ini adalah fosil pohon tertua di dunia. Bekas akar Archaeopteris, pohon yang sudah punah, di situs fosil Kairo. Ini adalah fosil pohon tertua di dunia.

Genus tersebut merupakan nenek moyang dan salah satu pohon pertama yang menangkap dan menyimpan karbon dioksida dari udara dengan daun hijau rata.

Selain itu ada sistem akar milik pohon yang disebut Eospermatopteris, mirip dengan pohon palem. Berikutnya ada Lycopsida yang diperkirakan pertama kali muncul sekitar 360 juta tahun yang lalu.

Temuan ini menjadi penting bagi perkembangan ilmu pengetahuan sebab membantu para ilmuwan untuk menyingkap bagaimana dan kapan pertama kali pohon ada di muka Bumi. Termasuk juga memahami apa dampak kemunculan pohon di Bumi beserta siklus alamnya.

Baca juga: Fosil Udang Koma Berusia 90 Juta Tahun Ditemukan di Amerika Selatan

Meski begitu, William E Stein, peneliti dari Binghamton University mengatakan masih banyak yang harus dipelajari tentang hutan-hutan purba ini.

Dilansir Newsweek Kamis (19/12/2019), tim William tengah berencana untuk terus bekerja di wilayah tersebut serta membandingkanya dengan fosil hutan purba lain yang pernah ditemukan.

Studi dipublikasikan dalam Current Biology.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X