Kompas.com - 19/12/2019, 12:11 WIB
Ilustrasi lobster. Ilustrasi lobster.

Menurut Rianta, jika benih lobster bebas diambil oleh nelayan untuk diekspor, maka imbasnya adalah kehancuran ekosistem.

Untuk diketahui, lobster hidup di terumbu karang.

Satu induk lobster bisa menghasilkan ratusan telur yang kemudian berubah menjadi larva.
Dari mulai telur, larva, hingga menjadi dewasa, semuanya tinggal di terumbu karang.

"Kalau larva yang ada di terumbu karang itu diambil dalam jumlah banyak dan serampangan, artinya menggunakan alat tidak ramah lingkungan, pasti akan merusak terumbu karang," kata Rianta.

Terumbu karang yang rusak akan merusak semua biota yang tinggal di dalamnya. Terlebih, terumbu karang adalah rumah bagi aneka ikan, teripang, bintang laut, kepiting bakau, dan gurita. Bukan cuma tempat tinggal lobster.

"Jika terumbu karang rusak, pastinya akan merusak seluruh lingkungan," jelas Rianta.

Bukan hanya sekadar nilai jual

Lobster merupakan hewan laut dengan nilai jual tinggi. Namun, ini lobster dewasa bukan yang masih bibit.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Ada enam jenis lobster yang dapat ditemukan di Indonesia, salah satu yang termahal adalah lobster mutiara (Panulirus ornatus).

Lobster mutiara terkenal memiliki daging lembut. Untuk satu sajian lobster mutiara, harganya bisa mencapai Rp 2 juta.

Sementara untuk lobster mutiara dengan berat 1,2 sampai 1,4 kilogram, harganya minimal Rp 5 juta per kilogram.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X