Kompas.com - 18/12/2019, 13:04 WIB
Ilustrasi jantung yodiyimIlustrasi jantung

Berikut beberapa gejala yang ditemukan dalam studi tersebut:

  • 43 persen wanita dengan penyakit jantung koronenr tidak mengalami nyeri di dada..
  • 58 persen wanita mengalami dispepsia atau gejala yang menyerupai sakit maag.
  • 43 persen wanita seolah merasa kelelahan saja

Serangan jantung

"Seorang wanita kemungkinan meninggal pada tahun pertama setelah serangan jantung, lebih tinggi dibandingkan pria," kata Sally dalam sebuah acara bertajuk Waspadai Penyakit Jantung pada Wanita dari Philips, Jakarta, Rabu (11/12/2019).

Oleh karena itu, menuju rumah sakit sesegera mungkin dapat mengurangi kerusakan jantung dan meningkatkan angka peluang untuk hidup.

Penyakit jantung kongenital

Dikatakan Sally, bayi perempuan lebih banyak lahir dengan penyakit jantung kongenital (kelainan jantung bawaan). Meski demikian, banyak di antara mereka yang hidup sampai dewasa.

Sebagian besar dapat diterapi dengan baik, tetapi dibutuhkan perawatan ekstra dalam perencanaan kehamilan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Terapi diperlukan kolaborasi antara dokter spesialis penyakit dalam konsultan kardiovaskular dan dokter kandungan.

Agar bayi tidak lahir dengan kelainan jantung bawaan, ibu harus melakukan ini:

  • Sebelum hamil harus melakukan konseling
  • Selama hamil, konsultasi rencana persalinan yang tepat dengan konsultan kardiovaskular dan dokter kandungan
  • Setelah persalinan, jaga dan perhatikan kondisi jantung setidaknya enam minggu hingga enam bulan paska melahirkan. Jika kondisi memburuk maka diperlukan penanganan serius oleh tim medis bersangkutan. Pasalnya, risiko penyakit jantung masih bisa terjadi enam bulan paska melahirkan tersebut.

Kehamilan sering disebut sebagai stress berat bagi jantung, karena dapat meningkatkan beban jantung sekitar 30-50 persen.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.