20.000 Ton Beras Bulog akan Dijual Murah, Kenali Ciri Beras Busuk

Kompas.com - 09/12/2019, 11:37 WIB
Kementerian Pertanian (Kementan) mencatat, produksi beras Indonesia dalam kurun waktu 2015-2019 berhasil menghasilkan stok di Bulog sebanyak 2,5 juta ton. Dok. Humas KementanKementerian Pertanian (Kementan) mencatat, produksi beras Indonesia dalam kurun waktu 2015-2019 berhasil menghasilkan stok di Bulog sebanyak 2,5 juta ton.

KOMPAS.com - Lima hari lalu Perum Bulog menyampaikan, 20.000 ton beras yang mengalami penurunan mutuakan tetap dijual melalui lelang terbuka. Penurunan mutu ini disebabkan karena beras terlalu lama disimpan di gudang.

"Jadi ini yang tadinya harganya Rp 8.000, kami jual jadi Rp 5.000," kata Direktur Utama Bulog Budi Waseso di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (4/12/2019).

Diberitakan sebelumnya, harga jual masih bisa turun lagi jika memang beras sudah dinyatakan tidak layak konsumsi.

Lantas bagaimana sebenarnya beras dapat dikategorikan menjadi beras busuk atau kurang mutu?

Menjawab hal itu, Kompas.com menghubungi Dosen Teknologi Pertanian Uneversitas Gadjah Mada (UGM), Dian Anggraini STP MP, Sabtu (7/12/2019).

Baca juga: Rancang Beras Berprotein Hewani, Pelajar Indonesia Catatkan Prestasi

Ciri-ciri beras busuk

Menurut Dian, ada banyak tanda atau ciri beras yang dapat dikategorikan menjadi beras busuk.

"Ciri-cirinya adalah kadar air tinggi, bau apek, sudah ditumbuhi jamur, warna sudah tidak putih," kata dia.

" Beras membusuk kategori yang lain, sudah ditumbuhi kutu atau serangga," imbuhnya.

Mengenai berapa lama proses beras bisa membusuk, kata Anggraini, semua tergantung kondisi penyimpanan beras tersebut.

"Kelembapan, suhu lingkungan ruang penyimpanan, cara mengemas, cara meletakkan barangnya. Jadi banyak faktor yang harus dikendalikan supaya beras tidak mudah busuk," jelasnya.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X