Musim Hujan Mundur, Ini 10 Daerah dengan Kekeringan Terpanjang

Kompas.com - 05/12/2019, 20:04 WIB
Ilustrasi ThinkstockphotosIlustrasi

8. Nganjuk, Jawa Timur (215 hari)

9. Bima, Nusa Tenggara Barat (214 hari)

10. Karangasem, Bali (214 hari).

Dijelaskan oleh Kasubid Analisis Infomasi Iklim BMKG, Adi Ripaldi, bahwa memang benar ada daerah-daerah di Indonesia yang mengalami kekeringan panjang dan masuk kategori ekstrem.

Di samping 10 daerah di atas yang mengalami periode hari tanpa hujan (HTH) lebih dari 200 hari; ada juga daerah-daerah yang mengalami HTH melebihi 60 hari, seperti beberapa kecamatan di Lampung, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur dan Sulawesi Selatan.

Baca juga: Awal Musim Hujan Mundur, Ini Daerah yang Sudah Hujan dan Belum

"Hal ini menggambarkan bahwa kemarau tahun 2019 ini lebih kering dan lebih panjang dibanding tahun sebelumnya (2018)," kata Adi kepada Kompas.com, Kamis (5/12/2019).

"Kondisi kekeringan khusus Jawa, Bali, Nusra (Nusa Tenggara) pada tahun 2019 ini hampir mendekati kondisi kekeringan tahun 2015 pada saat El Nino sangat kuat (Godzila el nino)," imbuhnya.

Namun demikian, kata dia, memasuki awal Desember, diharapkan daerah-daerah yang HTH-nya lebih 200 hari tersebut akan segera hijau (hujan) seiring dengan beberapa wilayah akan memasuki awal musim hujan di awal dan pertengahan desember ini.

Lebih lanjut, Adi menambahkan bahwa dari data terbaru, memasuki bulan Desember ini, daerah seperti Lampung, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur serta Nusa Tenggara Barat, sudah mengalami hujan dengan intensitas sedang.

"Bahkan ada yang intensitasnya cukup lebat sperti terjadi di Banten, Jawa Barat, Jogyakarta, Mojoketo, Surabaya dan Lombok dan Sumbawa," ujarnya.

Sementara, curah hujan sangat rendah masih ada di Jawa Timur bagian timur, Bali, NTB, NTT, Pulau Sulawesi bagian selatan, Maluku, Maluku Utara bagian selatan, Sorong dan Merauke.

Terhadap beberapa daerah lainnya yang belum ada curah hujan, sebaiknya Anda melakukan beberapa hal sebagai antisipasi: simpan dan hemat penggunaan air, jangan membakar sampah atau lahan sembarangan, serta harus peduli dengan kualitas udara sekitar.

Halaman:


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Antartika Tak Tersentuh Covid-19, Penelitian Musim Panas Ilmuwan Kurangi Personel

Antartika Tak Tersentuh Covid-19, Penelitian Musim Panas Ilmuwan Kurangi Personel

Oh Begitu
Bukan Palung Mariana, Lubang Terdalam Bumi Dibuat oleh Manusia

Bukan Palung Mariana, Lubang Terdalam Bumi Dibuat oleh Manusia

Fenomena
Sejak 70.000 Tahun Manusia Sudah Gunakan Panah Beracun, Ini Penjelasannya

Sejak 70.000 Tahun Manusia Sudah Gunakan Panah Beracun, Ini Penjelasannya

Fenomena
Planet Luar Tata Surya Bumi Super Paling Ekstrem Ternyata Punya Lautan Lava

Planet Luar Tata Surya Bumi Super Paling Ekstrem Ternyata Punya Lautan Lava

Fenomena
Hutan Hujan Amazon Kena Proyek Pengaspalan, Kerusakan Lingkungan di Depan Mata

Hutan Hujan Amazon Kena Proyek Pengaspalan, Kerusakan Lingkungan di Depan Mata

Fenomena
Gempa Hari Ini: M 5,0 Guncang Sumba Ternyata Sudah 244 Kali Susulan

Gempa Hari Ini: M 5,0 Guncang Sumba Ternyata Sudah 244 Kali Susulan

Fenomena
Istri Adalah Orang Lain yang Kebetulan Diurus Suami, Benarkah?

Istri Adalah Orang Lain yang Kebetulan Diurus Suami, Benarkah?

Oh Begitu
Ilmuwan di Inggris Kembangkan Vaksin Tiruan untuk Lawan Covid-19

Ilmuwan di Inggris Kembangkan Vaksin Tiruan untuk Lawan Covid-19

Fenomena
Misteri Mahluk Berleher Super Panjang Akhirnya Terungkap, Ini Penjelasannya

Misteri Mahluk Berleher Super Panjang Akhirnya Terungkap, Ini Penjelasannya

Fenomena
Ledakan Lebanon, Bagaimana Amonium Nitrat Menghancurkan Kota?

Ledakan Lebanon, Bagaimana Amonium Nitrat Menghancurkan Kota?

Oh Begitu
Sejak 5 Agustus, Rentetan Gempa Sumba Mencapai 112 Kali

Sejak 5 Agustus, Rentetan Gempa Sumba Mencapai 112 Kali

Fenomena
Rentetan 3 Gempa Guncang Sumba NTT, Begini Analisis BMKG

Rentetan 3 Gempa Guncang Sumba NTT, Begini Analisis BMKG

Fenomena
Banyak Hewan Terancam Punah, Kenapa Ilmuwan Pilih Selamatkan Parasit?

Banyak Hewan Terancam Punah, Kenapa Ilmuwan Pilih Selamatkan Parasit?

Fenomena
Mengapa Zebra Punya Garis-garis Hitam Putih di Tubuh? Ini Penjelasan Sains

Mengapa Zebra Punya Garis-garis Hitam Putih di Tubuh? Ini Penjelasan Sains

Oh Begitu
Deteksi Kilat Corona, Swab Antigen Lebih Akurat Dibanding Rapid Test

Deteksi Kilat Corona, Swab Antigen Lebih Akurat Dibanding Rapid Test

Oh Begitu
komentar di artikel lainnya
Close Ads X