Badai Kammuri Picu Gelombang Setinggi 6 Meter di Perairan Indonesia

Kompas.com - 04/12/2019, 18:04 WIB
Ilustrasi gelombang laut KOMPAS.com/ JunaediIlustrasi gelombang laut

KOMPAS.com - Badai Kammuri 985 hPa di bagian sebelah barat Filipina memicu potensi gelombang setinggi 1,25-6 meter. Hal ini diungkapkan dalam peringatan yang diberikan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika ( BMKG).

Perairan yang terdampak yakni wilayah Laut Natuna Utara dengan ketinggian gelombang mencapai 4-6 meter, serta wilayah perairan Kepulauan Anambas sampai Kepulauan Natuna dan Laut Natuna dengan ketinggian gelombang 2,5-4 meter.

Pola angin di wilayah Indonesia bagian utara umumnya dari Barat Laut hingga Timur Laut dengan kecepatan 3-25 knot, sedangkan di wilayah selatan Indonesia dari Tenggara hingga Selatan dengan kecepatan 3 - 20 Knot.

Kecepatan angin tertinggi terpantau di Laut Natuna Utara, Selat Karimata, Laut Natuna, Perairan Anambas – Natuna dan menyebabkan peningkatan tinggi gelombang di sekitar wilayah tersebut.

Baca juga: Cuaca Sangat Panas, Apakah Berhubungan dengan Mundurnya Musim Hujan?

Menurut hasil pantauan BMKG, wilayah yang akan dilanda gelombang setinggi 1,25-2,50 meter (sedang) adalah:

Selat Malaka Bagian Utara, Perairan Lhoksumawe, Perairan Sabang, – Banda Aceh, Perairan Utara Sabang, Perairan Barat P.Simeulue Hingga Kep. Mentawai, Perairan Bengkulu – Enggano, Perairan Barat Lampung, Selat Sunda Bagian Barat dan Selatan, Samudera Hindia Barat Sumatera, Perairan Selatan Jawa Hingga Sumba, Selat Bali – Selat Lombok – Selat Alas Bagian Selatan, dan Selat Sumba Bagian Barat.

Lalu, Perairan Selatan P. Sawu, Samudera Hindia Selatan Jawa Hingga NTT, Perairan Timur Kep. Sitaro Hingga Bitung, Perairan Kep. Sangihe – Kep.Talaud, Laut Maluku Bagian Utara, Perairan Utara Dan Timur Kep. Halmaera, Laut Halmahera, Perairan Utara Papua Barat Hingga Jayapura, Samudera Pasifik Utara Halmahera Hingga Papua.

Baca juga: Awal Musim Hujan Mundur, Ini Daerah yang Sudah Hujan dan Belum

Sementara itu, untuk wilayah perairan yang dilanda gelombang setinggi 4 meter (tinggi) adalah Laut Natuna, Perairan Kep. Anambas.

Lalu untuk wilayah perairan yang dilanda gelombang setinggi 6 meter (sangat tinggi) adalah Laut Natuna Utara, Perairan Kep. Natuna.

Oleh sebab itu, BMKG pun mengeluarkan peringatan risiko tinggi terhadap keselamatan pelayaran bagi perahu nelayan (kecepatan angin lebih dari 15 knot dan tinggi gelombang di atas 1,25 m), kapal tongkang (kecepatan angin lebih dari 16 knot dan tinggi gelombang di atas 1,5 m).

Sementara itu, kapal ferry (kecepatan angin lebih dari 21 knot dan tinggi gelombang di atas 2,5 m), kapal ukuran besar seperti kapal kargo atau kapal pesiar (kecepatan angin lebih dari 27 knot dan tinggi gelombang di atas 4,0 m).



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Rahasia Alam Semesta: Seberapa Besar Alam Semesta ini?

Rahasia Alam Semesta: Seberapa Besar Alam Semesta ini?

Oh Begitu
Sering Tidak Terdiagnosis, Kenali Penyakit Autoimun Sjogren's Syndrome

Sering Tidak Terdiagnosis, Kenali Penyakit Autoimun Sjogren's Syndrome

Oh Begitu
Seri Baru Jadi Ortu: Bayi Pilek, Bagaimana Cara Sedot Ingusnya?

Seri Baru Jadi Ortu: Bayi Pilek, Bagaimana Cara Sedot Ingusnya?

Oh Begitu
Diabetes Penyakit Turunan, Mungkinkah Bisa Dicegah?

Diabetes Penyakit Turunan, Mungkinkah Bisa Dicegah?

Oh Begitu
Penyakit Baru di China Menghantui di Tengah Pandemi Covid-19, Apa Itu Virus Tick Borne?

Penyakit Baru di China Menghantui di Tengah Pandemi Covid-19, Apa Itu Virus Tick Borne?

Fenomena
Studi Temukan, OTG Corona Sama Menularnya dengan yang Bergejala

Studi Temukan, OTG Corona Sama Menularnya dengan yang Bergejala

Oh Begitu
Obesitas di Amerika Serikat bisa Turunkan Efektivitas Vaksin Covid-19

Obesitas di Amerika Serikat bisa Turunkan Efektivitas Vaksin Covid-19

Fenomena
Unika Atma Jaya Jakarta Resmikan Laboratorium Covid-19 Aman Lingkungan

Unika Atma Jaya Jakarta Resmikan Laboratorium Covid-19 Aman Lingkungan

Oh Begitu
AI Bisa Jadi Alat Transformasi Sampah Menjadi Produks Bernilai Seni, Kok Bisa?

AI Bisa Jadi Alat Transformasi Sampah Menjadi Produks Bernilai Seni, Kok Bisa?

Oh Begitu
Waspada, Penderita Diabetes Pengidap Covid-19 Lebih Banyak Meninggal

Waspada, Penderita Diabetes Pengidap Covid-19 Lebih Banyak Meninggal

Oh Begitu
Penciptaan AI Juga Butuh Etika, Apa Maksudnya? Ini Penjelasan Ahli

Penciptaan AI Juga Butuh Etika, Apa Maksudnya? Ini Penjelasan Ahli

Oh Begitu
Mengapa Ahli Ingatkan Waspada Infeksi Covid-19 jika Punya Diabetes?

Mengapa Ahli Ingatkan Waspada Infeksi Covid-19 jika Punya Diabetes?

Oh Begitu
Misteri Tubuh Manusia: Kenapa Air Bikin Jari Tangan dan Kaki Keriput?

Misteri Tubuh Manusia: Kenapa Air Bikin Jari Tangan dan Kaki Keriput?

Kita
Studi: Flu Biasa Melatih Sistem Kekebalan Tubuh Mengenali Covid-19

Studi: Flu Biasa Melatih Sistem Kekebalan Tubuh Mengenali Covid-19

Oh Begitu
Ilmuwan Sebut Kotoran Burung Laut Bisa Bernilai Jutaan Dollar, Kok Bisa?

Ilmuwan Sebut Kotoran Burung Laut Bisa Bernilai Jutaan Dollar, Kok Bisa?

Fenomena
komentar di artikel lainnya
Close Ads X