Awal Musim Hujan Mundur, Ini Daerah yang Sudah Hujan dan Belum

Kompas.com - 03/12/2019, 11:32 WIB
Ilustrasi hujan. KOMPAS.com / ANDREAS LUKAS ALTOBELIIlustrasi hujan.

KOMPAS.com - Badan Meteorologi Klimatologi, dan Geofisika ( BMKG) mengumumkan awal musim hujan 2019 mundur.

Sebagian besar wilayah pulau Jawa akan memasuki musim hujan pada Dasarian I (10 hari pertama) dan Dasarian II (10 hari kedua) bulan Desember.

Adi Ripaldi, Kasubid Analisis Informasi Iklim BMKG mengatakan, sekitar 75 persen wilayah Indonesia mengalami keterlambatan masuk musim penghujan.

Lantas, daerah mana saja yang intensitas hujannya sudah normal dan mana yang belum?

Baca juga: Resmi Mundur, Ini Prediksi Terbaru Awal Musim Hujan di Indonesia

Update terbaru, perkembangan awal musim hujan 2019 di 342 zona musim (ZOM) di Indonesia. Update terbaru, perkembangan awal musim hujan 2019 di 342 zona musim (ZOM) di Indonesia.

Dijelaskan Adi, menurut pantauan BMKG hingga November Dasarian II, baru 16 persen wilayah Indonesia yang memasuki musim penghujan.

"Hari ini kita (BMKG) update lagi, hingga November (Dasarian) III sudah 25 persen memasuki musim hujan," ujar Adi kepada Kompas.com, Senin (2/12/2019).

Dari data yang disampaikan ADI, wilayah yang sudah memasuki awal musim hujan antara lain, Sumatera 30 dari 54 Zona Musim (ZOM), Jawa 26 dari 150 ZOM, Bali O dari 15 ZOM, NTB 3 dari 21 ZOM, NTT 2 dari 23 ZOM, Kalimantan 12 dari 22 ZOM, Sulawesi 7 dari 42 ZOM, Maluku 3 dari 9 ZOM, dan Papua 3 dari 6 ZOM.

Untuk lebih detail, dapat dilihat dalam tabel di bawah ini:

Rekapitulasi perkembangan awal musim hujan 2019 di Indonesia. Rekapitulasi perkembangan awal musim hujan 2019 di Indonesia.

Namun, untuk kota mana tepatnya yang sudah hujan dan belum hujan, memang tidak dipaparkan secara detail oleh BMKG.

Baca juga: Awal Musim Hujan Mundur, 3 Faktor Ini yang Memicunya

Diberitakan Kompas.com sebelumnya, mundurnya musim hujan 2019 disebabkan oleh kondisi dinamika atmosfer.

Faktor utamanya adalah menguatnya Dipole Mode Positive di Samudera Hindia, anomali muka laut yang dingin di perairan Indonesia, dan keterlambatan datangnya angin monsun atau musim Asia ke wilayah Indonesia.

"Melihat perkembangan dinamika atmosfer dan laut hingga akhir November, masih kuatnya gangguan Dipole Mode di Barat Daya Sumatera, masih dinginnya laut sekitar Indonesia, menyebabkan pergantian angin musim atau Monsun kita terlambat," jelas Adi kepada Kompas.com, Senin (2/12/2019).

"Hal ini mengindikasikan awal musim hujan di sebagian besar wilayah di Pulau Jawa datangnya terlambat," imbuhnya.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X