Tuak untuk Terapi Narkoba, Pakar Adiksi Minta Jangan Asal Klaim

Kompas.com - 27/11/2019, 13:14 WIB
Ilustrasi narkoba. SHUTTERSTOCKIlustrasi narkoba.

KOMPAS.com - Anggota Komisi III DPR RI, Hinca Panjaitan menyebut, tuak asli dari Sumatera Utara baik untuk terapi narkoba.

"Yang asli ya, supaya jangan ada yang salah. Kalau yang oplosan saya minta polisi nangkap karena itu kejahatan. Jadi tuak baik untuk terapi narkoba, minum seperlunya, ambil manfaatnya," kata Hinca di halaman kantor Ditresnarkoba Polda Sumut, Selasa sore (26/11/2019).

Menurut Hinca, narkoba membuat orang menjadi galau, mata terbuka, pikiran ke mana-mana, tidak bisa tidur, dan memicu kejahatan.

"Kalau Anda minum tuak seperlunya, matamu tertutup, tidurmu nyenyak, jam 5 pagi bangun kerja baik lagi. Kalau narkoba, kau ambil sedikit dan kau masuk penjara dan kau rusak badanmu," kata Hinca.

Menurutnya, tuak tidak membahayakan dan bisa lupa dengan narkoba.

Baca juga: Hinca Panjaitan: Minum Tuak Baik untuk Terapi Narkoba

Tak ada bukti ilmiah

Terkait pemberitaan tersebut, dokter adiksi sekaligus peneliti obat-obatan terlarang dari Institute of Mental Health Addiction and Neuroscience (IMAN) Jakarta, Hari Nugroho, angkat bicara.

Hari mengatakan, klaim tuak bisa menyembuhkan pemakai narkoba tidak benar. Itu hanya mengalihkan dari satu zat ke zat yang lain.

"Kalau kita perhatikan klaimnya, yang namanya tuak itu kan mengandung alkohol tradisional. Jadi, ketika itu diklaim sebagai terapi, maka sesungguhnya hanya mengalihkan dari satu zat ke zat yang lain," kata Hari dihubungi Kompas.com, Rabu (27/11/2019).

Dalam hal ini adalah narkoba, seperti sabu, ganja, dan lain sebagainya, yang kemudian dialihkan ke penggunaan alkohol.

"Tidak tepat sebetulnya kalau dibilang terapi, tapi lebih ke arah mengalihkan penggunaan (narkoba) ke penggunaan lain (alkohol)," imbuh dia.

Hari menambahkan, hingga saat ini belum ada penelitian ilmiah yang membuktikan hubungan antara penggunaan narkoba dengan terapi tuak.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X