Rahasia Alam Semesta: Beda dengan Salju, Begini Hujan Es Terbentuk

Kompas.com - 25/11/2019, 17:33 WIB
Butiran hujan es di Kabupaten Bener Meriah, Jumat (12/7/2019). KOMPAS.com/IWAN BAHAGIA SPButiran hujan es di Kabupaten Bener Meriah, Jumat (12/7/2019).

KOMPAS.com - Fenomena hujan es kerap menyapa masyarakat Indonesia. Terakhir, fenomena ini dirasakan oleh warga di Desa Mengening, Kubu Tambahan, Buleleng, Bali, Sabtu (9/11/2091).

Selain Bali, kawasan Riau, Aceh, Magelang, Jakarta, Semarang, Bojonegoro, Ngawi, dan Bogor juga pernah merasakan hujan es.

Hujan es pada dasarnya adalah fenomena alami dan dapat terjadi di dunia manapun. Ini berbeda dengan salju yang hanya bisa terjadi di wilayah lintang lebih dari 23,5 derajat.

Dalam wawancara dengan Kompas.com, Kepala Bidang Manajemen Observasi Meteorologi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika ( BMKG) Hary Tirto Djatmiko mengatakan, hujan es bisa terjadi dalam dua kondisi.

Pertama pada masa pancaroba yang disertai angin kencang. Kedua, hujan dengan perbedaan suhu yang besar dalam satu hari.

Lantas, bagaimana proses terbentuknya hujan es?

Baca juga: 4 Fakta Menarik Seputar Hujan Es

Ketika pada masa pancaroba, terjadi hujan dengan perbedaan suhu besar disertai angin kencang, hal ini meningkatkan potensi terbentuknya awan cumulonimbus.

Awan cumulunimbus memiliki bentuk mirip bunga kol berwarna putih.

"Kalau hujan es disebabkan oleh awan cumulonimbus, salju disebabkan oleh awan nimbus stratus," ujar Hary kepada Kompas.com, pada April 2019.

Hary menjelaskan, awan jenis cumulonimbus lebih banyak mengandung air dalam bentuk padat daripada cair. Oleh karena itu, hujan yang turun bisa dalam bentuk padat.

Prakirawan Cuaca BMKG Stasiun Meteorologi Klas II Bandara Internasional Lombok (BIL), Kadek Setiya Wati, dalam siaran persnya menambahkan, awan cumulonimbus tak hanya berpotensi menyebabkan hujan es. Namun juga bisa menyebabkan hujan lebat disertai angin kencang dan petir.

Dilansir dari ABC, peneliti dari Monash University Dr Joshua Soderholm mengatakan, hujan es memiliki bentuk bulan dengan diameter sekitar satu sentimeter.

Ketika hujan membeku dan membesar

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Indonesia Urutan ke-7 Kesiapsiagaan Layanan Kanker di Asia-Pasifik

Indonesia Urutan ke-7 Kesiapsiagaan Layanan Kanker di Asia-Pasifik

Oh Begitu
WHO Akui Covid-19 Mungkin Menyebar di Udara, Apa yang Nanti Berubah?

WHO Akui Covid-19 Mungkin Menyebar di Udara, Apa yang Nanti Berubah?

Kita
Perlindungan Ekstra dari Virus Corona, Apa itu Gargle dengan PVP-I dan Manfaatnya?

Perlindungan Ekstra dari Virus Corona, Apa itu Gargle dengan PVP-I dan Manfaatnya?

Oh Begitu
Hindari Kegagalan Lagi, NASA Beri 80 Rekomendasi untuk Boeing

Hindari Kegagalan Lagi, NASA Beri 80 Rekomendasi untuk Boeing

Oh Begitu
Di Masa Pandemi Covid-19 Penting Jaga Kebersihan Rongga Mulut, Kenapa?

Di Masa Pandemi Covid-19 Penting Jaga Kebersihan Rongga Mulut, Kenapa?

Oh Begitu
Ilmuwan Temukan Material seperti Gel di Bulan, Apa Itu?

Ilmuwan Temukan Material seperti Gel di Bulan, Apa Itu?

Fenomena
Herd Immunity Lawan Covid-19, Kajian Ilmiah Ragukan Keberhasilannya

Herd Immunity Lawan Covid-19, Kajian Ilmiah Ragukan Keberhasilannya

Kita
Studi Terbaru, Kerusakan Otak Disebut Berkaitan dengan Covid-19

Studi Terbaru, Kerusakan Otak Disebut Berkaitan dengan Covid-19

Oh Begitu
Hingga Besok, Waspada Cuaca Ekstrem di Wilayah Indonesia Berikut

Hingga Besok, Waspada Cuaca Ekstrem di Wilayah Indonesia Berikut

Fenomena
Virus Corona Menyebar di Udara, Bisakah Filter AC Melindungi dari Covid-19?

Virus Corona Menyebar di Udara, Bisakah Filter AC Melindungi dari Covid-19?

Oh Begitu
Cara Mudah Menyiapkan Bahan Pangan agar Tetap Segar dan Tahan Lama

Cara Mudah Menyiapkan Bahan Pangan agar Tetap Segar dan Tahan Lama

Oh Begitu
Terjebak di Fosil Damar 99 Juta Tahun, Warna Serangga Purba Ini Masih Awet

Terjebak di Fosil Damar 99 Juta Tahun, Warna Serangga Purba Ini Masih Awet

Fenomena
Povidone-Iodine Bunuh SARS-CoV-2, Bagaimana Mekanismenya Cegah Covid-19?

Povidone-Iodine Bunuh SARS-CoV-2, Bagaimana Mekanismenya Cegah Covid-19?

Oh Begitu
Lindungi Keanekaragaman Hayati, Ilmuwan Berencana Bikin Daftar Spesies di Dunia

Lindungi Keanekaragaman Hayati, Ilmuwan Berencana Bikin Daftar Spesies di Dunia

Fenomena
Petir Tewaskan 147 Orang di India, Bisakah Terjadi di Indonesia?

Petir Tewaskan 147 Orang di India, Bisakah Terjadi di Indonesia?

Oh Begitu
komentar di artikel lainnya
Close Ads X