Fenomena Artis Pamer Saldo ATM, Psikolog Sebut Termasuk Star Syndrome

Kompas.com - 21/11/2019, 12:39 WIB
Ilustrasi kartu ATM Shutterstock.comIlustrasi kartu ATM

KOMPAS.com - Belakangan, banyak konten media sosial yang menampilkan kekayaan harta benda sang kreator, entah itu di Instagram, YouTube, maupun lini masa lainnya.

Ajang memamerkan kekayaan ini pun beragam. Ada yang memberikan sejumlah uang untuk orang tertentu, memamerkan koleksi benda-benda yang nilainya miliaran rupiah, hingga tren membeberkan isi saldo rekening di kalangan artis.

Di masyarakat kita, memamerkan kekayaan harta benda bukanlah hal yang etis dan patut dilakukan.

Lantas, kenapa banyak orang suka memamerkan harta benda hingga dibuat sebagai konten spesial?

Baca juga: Trending #Atta, Kenapa Pengguna Twitter Ramai-ramai Blokir Atta Halilintar?

Dekan Fakultas Psikologi Universitas Diponegoro, Hastaning Sakti, M.Kes, menjelaskan fenomena ini kepada Kompas.com melalui sambungan telepon, Kamis (21/11/2019).

Menurut Hasta, kekayaan material seperti perhiasan, mobil, uang, dan sebagainya merupakan sesuatu yang melekat di luar tubuh.

"Pamer itu sebuah upaya pernyataan diri. Nah ketika kita pamer, kalaupun itu bukan artis, menurut saya itu star syndrome," ungkap Hasta.

Star syndrome yang dimaksud Hasta di sini, merupakan perilaku yang dilakukan agar seseorang dapat dipandang, diakui, dan dianggap oleh orang lain.

"Kalau menurut saya, dia (orang yang suka pamer) membuat status diri dengan realita yang dia punya, tapi sebenarnya itu (kekayaan) kan enggak harus diomongin," imbuhnya.

Kepuasan pribadi dan membuka aib

Selain ingin mencari status dan dipandang oleh orang lain, Hasta juga mengungkap bahwa seseorang yang suka pamer melakukan hal itu untuk kepuasan pribadi.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X