Sistem Data Berbasis AI Berpeluang Jawab Tantangan Kesehatan Indonesia

Kompas.com - 20/11/2019, 18:04 WIB
Ilustrasi kecerdasan buatan di era digital. ShutterstockIlustrasi kecerdasan buatan di era digital.

KOMPAS.com - Platform manajemen kesehatan berbasis Artificial Intelligence ( AI) di Indonesia memiliki peluang besar dalam menjawab berbagai tantangan bidang kesehatan di Indonesia.

Merujuk pada analisis lanskap Sistem Pelayanan Kesehatan di Indonesia berdasarkan publikasi oleh Oliver Wyman dan PWC, banyak ditemukan tantangan di infrastrutur bidang kesehatan di Indonesia, seperti yang dipaparkan oleh Medical Advisor Prixa, dr Kafi Khaibar Lubis.

Pertama, mengenai ketersediaan dokter. Dengan angka populasi di Indonesia sebesar 267 juta jiwa saat ini, nyatanya satu dokter akan menangani 4000 populasi. Padahal, rekomendasi dari World Healthy Organization (WHO) adalah satu dokter per 1.000 populasi atau pasien.

Kedua, persoalan biaya. Sebagian besar biaya pelayanan kesehatan masih dibayarkan dengan uang tunai, namun penetrasi asuransi kesehatan swasta masih tergolong rendah.

Baca juga: Hanya dari Suara, AI Huawei dan RFCx Bisa Deteksi Satwa Langka

Ketiga, mengenai inovasi industri asuransi Indonesia. Merujuk juga pada publikasi survei yang dilakukan PWC, Indonesia masih jauh tertinggal dibanding industri lainnya.

"Ketersediaan sarana digital berbasis data tidak diberdayakan secepat industri-industri lain," kata Kafi di Jakarta, Selasa (19/11/2019).

Laporan PWC tersebut juga menghimpun pernyataan dari para eksekutif C-level yang menyatakan bahwa ada banyak proses administrasi terutama dalam bidang asuransi yang dilakukan dengan sangat manual, sehingga menyebabkan terjadinya penundaan dan kesalahan.

"Oleh karena itu, terdapat banyak peluang bagi perusahaan-perusahaan teknologi di Indonesia, untuk meringankan isu-isu tersebut, yang diharapkan dapat mengubah manajemen kesehatan di Indonesia," ujarnya.

Baca juga: Hanya dengan Mendengarkan Suara, AI Bisa Gambarkan Wajah Orang

Hal inilah yang kemudian ditangkap oleh Prixa. Untuk menyediakan pilar pertama di Indonesia dengan berfokus pada platform menajemen kesehatan terpadu, Prixa mengintegralisasikan manajemen kesehatan tersebut dengan melakukan sistem periksa tepat berbasis data AI.

Algoritma yang dilakuakn sistem periksa berbasis AI ini yaitu dengan menata ulang berbagai keahlian dan pengalaman tim dokter dari berbagai disiplin ilmu kedokteran, dan ditambah pula kajian atau rujukan data based (literatur yang diakui internasional).

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X