Menerapkan Trias UKS untuk Ciptakan Generasi Sehat dan Unggul

Kompas.com - 14/11/2019, 13:07 WIB
Dokter kecil di Sekolah Santa Clara, Tomohon, memperagakan pertolongan pertama pada kamis (19/10/2017). Shierine Wangsa WibawaDokter kecil di Sekolah Santa Clara, Tomohon, memperagakan pertolongan pertama pada kamis (19/10/2017).

KOMPAS.com- Penerapan Trias UKS dalam dunia pendidikan dianggap target utama untuk menciptakan generasi unggul di Indonesia.

Hal ini disampaikan oleh Direktorat Jenderal Kesehatan Masyarakat, dr Kirana Pritasari MQIH, dalam acara Audiensi Menteri Kesehatan dengan Pemenang Lomba Sekolah Sehat tahun 2019 yang sekaligus memperingati Hari Kesehatan Nasional ke-55 tahun 2019.

“Kita kali ini mengambil tema besar dalam menjalankan misi Kementerian Kesehatan (kemenkes) yaitu dengan tagline Generasi Sehat, Generasi Unggul. Nah, dunia pendidikan adalah sasaran utama untuk menciptakan generasi unggul itu,” kata Kirana di Gedung Kemenkes, Selasa (12/11/2019).

Untuk menerapkan program Trias UKS, Kemenkes pun mengadakan kompetisi atau perlombaan sekolah sehat. Adapun Trias UKS yang disebutkan meliputi tiga pilar utama yaitu; pendidikan kesehatan, pelayanan kesehatan dan lingkungan sehat.

Baca juga: Pentingnya Pendidikan dan Sekolah Khusus untuk Anak Gifted

“Jadi tiga pilar ini tidak bisa dipisah-pisah. Pendidikan kesehatan sendiri, pelayanan kesehatan sendiri, kemudian menciptakan lingkungan sehat sendiri, tidak bisa begitu lagi saat ini,” ujarnya.

Pendidikan kesehatan

Selama ini, persoalan pendidikan kesehatan hanya diorientasikan terhadap mereka yang menempuh pendidikan di bidang kesehatan saja atau saat materi mengenai kesehatan sedang disampaikan pada forum tertentu.

Akibatnya, sebagian orang pun menganggap pendidikan kesehatan itu tidak patut dipelajari atau bukan bagiannya untuk menyimak dan mengikuti dengan bijak informasi kesehatan yang diberikan.

Nah, persoalan inilah yang menurut Kirana dicoba untuk diubah, dan wadah dasar mengubah stigma tersebut ialah sekolah sebagai tempat tumbuhnya pola pikir seseorang dari usia dini.

Menurut dia, pendidikan kesehatan seharusnya dimulai sedini mungkin, mulai dari keluarga dan sekolah dasar.

“Karena tatanan sekolah ini menjadi sasaran yang strategis untuk menyampaikan pendidikan kesehatan. Jadi kalau mereka mendapatkan informasi tentang kesehatan itu di sekolah, kita akan mampu menjangkau semua anak usia sekolah dan madrasah,” ujar dia.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X