Cara Jadi Generalis Spesialis untuk Jawab Tantangan Ekonomi Digital

Kompas.com - 14/11/2019, 07:04 WIB
Ilustrasi bekerja dengan gembira plustwentysevenIlustrasi bekerja dengan gembira

Ada satu studi yang menarik untuk disimak terkait peran generalis spesialis di dunia hari ini. Cesar Hidalgo dan koleganya di MIT Media Lab memetakan migrasi pekerja dari satu perusahaan ke perusahaan lain di Brazil antara tahun 2008-2012 untuk melihat bagaimana penyebaran pengetahuan bekerja.

Hasilnya ditemukan bahwa suatu perusahaan yang merekrut karyawan baru dari sektor industri yang berhubungan dengan jenis bisnisnya memiliki peluang keberhasilan lebih tinggi daripada perusahaan yang merekrut karyawan dengan pengalaman di bidang pekerjaan yang sama dari jenis industri yang berbeda.

Sebagai ilustrasi, misalkan sebuah perusahaan di industri farmasi membutuhkan manajer baru di bidang sumber daya manusia. Maka, menurut studi tersebut, lebih baik merekrut manajer marketing dari perusahaan kompetitor di industri farmasi daripada merekrut manajer SDM yang sebelumnya bekerja di industri perbankan.

Studi tersebut cukup menggambarkan pentingnya menjadi spesialis di suatu industri tertentu di satu sisi, tapi juga menjadi generalis yang menguasai berbagai bidang ilmu pada saat yang bersamaan.

Kemudian, pada saat dibutuhkan, seorang pakar marketing dituntut untuk mampu mempelajari ilmu sumber daya manusia yang ia perlukan saat jabatannya dirotasi.
Bukti sejarah

Orang-orang hebat pada masa lalu ternyata merupakan generalis dan spesialis pada saat yang sama. Meskipun Leonardo Da Vinci lebih dikenal sebagai seniman, ia memiliki ketertarikan terhadap matematika, anatomi, hingga teknik penerbangan.

Begitu pula dengan Ibnu Sina yang mendalami ilmu medis, astronomi, dan filsafat di saat bersamaan. Artinya, penulis pun optimis manusia akan selalu mampu bertahan hidup dan mampu mengatasi tantangan dunia pada masa depan.

Syaratnya hanya satu: manusia harus memanfaatkan kapasitas dirinya untuk menjadi seorang generalis spesialis pada saat bersamaan, yang adaptif dan tidak pernah berhenti belajar.

Muhammad Yorga Permana

Lecturer in School of Business and Management ITB and PhD Student in Economic Geography, London School of Economics and Political Science

Artikel ini ditayangkan di Kompas.com berkat kerja sama dengan The Conversation Indonesia. Tulisan di atas diambil dari artikel berjudul "Menjadi orang generalis spesialis untuk jawab tantangan ekonomi digital, bagaimana caranya?". Isi di luar tanggung jawab redaksi Kompas.com.

Halaman:


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X