Hewan "Tikus-Rusa" yang Dianggap Punah Terlihat di Vietnam

Kompas.com - 12/11/2019, 18:03 WIB
Hewan menyerupai perpaduan tikus dan rusa (Tragulus versicolor) dianggap sudah punah sejak tahun 1990-an. Namun kini tim peneliti menemukan populasi tikus-rusa di kawasan hutan pesisir pantai Vietnam.
Hewan menyerupai perpaduan tikus dan rusa (Tragulus versicolor) dianggap sudah punah sejak tahun 1990-an. Namun kini tim peneliti menemukan populasi tikus-rusa di kawasan hutan pesisir pantai Vietnam.

KOMPAS.com - Hewan yang menyerupai perpaduan tikus dan rusa berhasil direkam di salah satu kawasan hutan wilayah tenggara Vietnam. 'Tikus-rusa' ini tadinya diperkirakan sudah punah sejak terlihat terakhir kali pada tahun 1990-an.

Para peneliti yang bekerja di kawasan hutan dataran rendah di Nha Trang, Vietnam, berhasil mengambil rekaman foto hewan bernama latin Trugalus versicolor ini untuk pertama kalinya sejak diperkirakan punah.

Menurut laporan penemuan ini yang dirilis hari Selasa (12/11/2019) dalam Jurnal Nature, kepunahan tikus-rusa sebelumnya dikhawatirkan terjadi akibat pembukaan lahan dan perburuan liar di habitat hewan ini.

Sebelum adanya rekaman video dan foto-foto ini, keberadaan tikus-rusa hanya diketahui dari beberapa bangkai spesies ini dan dari cerita warga setempat.

Baca juga: Peringati Hari Badak Sedunia, Kenali 5 Fakta Satwa Terancam Punah Ini

Hewan dengan ukuran tubuh yang kecil ini memiliki bulu berwarna keperakan di bagian kepala hingga kaki depan. Mirip sekali dengan rusa kecil.

Namun bulu di bagian tubuh lainnya dari punggung hingga kaki belakang mirip dengan tikus hutan.

International Union for Conservation of Nature (IUCN) mencatat status konservasi untuk hewan ini sebagai "kurang data". Artinya, informasi tentang keberadaannya sangat minim.

Awalnya, para peneliti menduga keberadaan tikus-rusa pada salah satu kawasan hutan di dekat Nha Trang, setelah mewawancarai warga setempat yang melaporkan adanya kawanan hewan mirip rusa kecil dengan bulu punggung abu-abu.

Para peneliti pun memasang kamera CCTV dilengkapi sensor yang dipicu oleh gerakan di tiga lokasi pada awal tahun 2018.

Ketika mereka kembali untuk memeriksa CCTV tersebut pada bulan April 2019, ketiga karema ini penuh dengan rekaman tikus-rusa.

Dari hasil awal ini, tim peneliti memutuskan untuk menambah jumlah CCTV yang dipasang di 29 titik.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X