Kompas.com - 20/10/2019, 19:32 WIB
Astronot Koch dan Meir ketika mengganti baterai yang rusak di spacewalk yang berlangsungs elama 7 jam 17 menit. NASA-TVAstronot Koch dan Meir ketika mengganti baterai yang rusak di spacewalk yang berlangsungs elama 7 jam 17 menit.

"Sangat jarang saya bisa melihat "rumah" saya dari luar. Foto yang sama ambil di luar angkasa Jumat lalu memotret modul yang saya sebut rumah selama delapan bulan terakhir. Beruntung hidup di dalam keajaiban marvel," tulis Koch dalam twitnya.

Jessica Meir

Meir (42) merupakan astronot berdarah Swedia, Amerika, dan Israel yang lahir di Caribou, Maine.

Meir adalah seorang ahli fisiologi dengan gelar sarjana biologi dari Brown University. Dia kemudian mengambil pendidikan pascasarjana untuk studi ruang angkasa di International Space University dan gelar doktor di bidang biologi kelautan dari Scripps Institution of Oceanography.

Pada tahun 2000 sampai 2003, Meir pernah melakukan penelitian fisiologi di Fasilitas Riset Manusia Lockheed Martin. Meir kemudian menjadi bagian NASA pada 2013 dan melakukan spaceflight pertama untuk Ekspedisi 61 dan 62.

"Begini rasanya saat mimpi masa kecilmu menjadi kenyataan dan tiba di @Space_Station. Kamu disambut hangat oleh saudara astronotmu," twit Meir pada 29 September 2019 ketika dia tiba di ruang angkasa untuk pertama kalinya.

Baca juga: NASA Batalkan “Spacewalk” dengan Seluruh Kru Perempuan, Ini Sebabnya

Untuk diketahui, Koch dan Meir bukanlah wanita pertama yang melaksanakan spacewalk. Sepanjang sejarah, sudah ada 14 wanita dan 213 pria yang melaksanakan spacewalk.

Namun, Koch dan Meir adalah kru spacewalk pertama yang seluruh anggotanya perempuan.

Misi ini awalnya juga direncanakan untuk dilaksanakan pada bulan Maret 2019, sebelum Hari Perempuan Internasional.

Namun, kekurangan pakaian luar yang berukuran medium membuat misi ini harus diundur hingga tujuh bulan.

Dalam konferensi pers sebelumnya, Koch mnegatakan, saya rasa ini sangat penting karena apa yang kita lakukan bersejarah.

"Pada masa lampau, wanita tidak selalu bisa terlibat. Sangat luar biasa dapat berkontribusi pada program luar angkasa di masa ketika semua jenis kontribusi diterima, ketika semua orang punya peran. Hal ini bisa menaikkan kemungkinan untuk berhasil," ujarnya.

Sumber: Kompas.com (Shierine Wangsa Wibawa)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Sumber Newsweek
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.