Kompas.com - 20/10/2019, 19:32 WIB
Astronot Koch dan Meir ketika mengganti baterai yang rusak di spacewalk yang berlangsungs elama 7 jam 17 menit. NASA-TVAstronot Koch dan Meir ketika mengganti baterai yang rusak di spacewalk yang berlangsungs elama 7 jam 17 menit.

KOMPAS.com - Dua astronot perempuan NASA sukses melakukan spacewalk atau berjalan di luar angkasa. Keberhasilan misi spacewalk dengan seluruh kru perempuan adalah yang pertama dalam sejarah.

Diberitakan Kompas.com, Sabtu (19/10/2019), Christina Koch dan Jessica Meir melakukan spacewalk di luar Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) pada hari Jumat 18 Oktober 2019. Keduanya mengganti komponen pengisi daya yang rusak atau battery charge-discharger unit (BCDU).

Koch adalah yang pertama keluar dari ISS, kemudian diikuti Meir yang membawa tas peralatan. Keduanya dikoordinasikan oleh Stephanie Wilson yang juga seorang astronot.

Spacewalk yang dalam bahasa astronot disebut extra-vehicular activity (EVA) ini, berlangsung selama 7 jam 17 menit dengan ketinggian 418 kilometer di atas Bumi.

Berikut adalah beberapa hal tentang Koch dan Meir yang perlu kita tahu, seperti dilansir Newsweek, Jumat (18/10/2019).

Baca juga: Cetak Sejarah, NASA Laksanakan Spacewalk dengan Seluruh Kru Perempuan

Christina Koch

Koch merupakan astronot Amerika berusia 40 tahun yang lahir di Grand Rapids, Michigan.

Koch adalah seorang insinyur dengan gelar sarjana di bidang teknik elektro dan fisika. Dia juga memiliki gelar master di bidang teknik listrik. Kedua gelar itu didapat dari North Carolina State University.

Koch mulai bergabung dengan NASA pada 2013 dan mengambil spaceflight pertama sebagai bagian dari Ekspedisi 59, 60, dan 61.

Spaceflight merupakan penerbangan ke atau dari luar angkasa. Perjalanan spaceflight bisa dilakukan dengan manusia atau tanpa awak.

Menurut situs resmi NASA, Koch memecahkan rekor sebagai wanita yang melakukan spaceflight tunggal terlama, dengan perkiraan 328 hari.

"Sangat jarang saya bisa melihat "rumah" saya dari luar. Foto yang sama ambil di luar angkasa Jumat lalu memotret modul yang saya sebut rumah selama delapan bulan terakhir. Beruntung hidup di dalam keajaiban marvel," tulis Koch dalam twitnya.

Jessica Meir

Meir (42) merupakan astronot berdarah Swedia, Amerika, dan Israel yang lahir di Caribou, Maine.

Meir adalah seorang ahli fisiologi dengan gelar sarjana biologi dari Brown University. Dia kemudian mengambil pendidikan pascasarjana untuk studi ruang angkasa di International Space University dan gelar doktor di bidang biologi kelautan dari Scripps Institution of Oceanography.

Pada tahun 2000 sampai 2003, Meir pernah melakukan penelitian fisiologi di Fasilitas Riset Manusia Lockheed Martin. Meir kemudian menjadi bagian NASA pada 2013 dan melakukan spaceflight pertama untuk Ekspedisi 61 dan 62.

"Begini rasanya saat mimpi masa kecilmu menjadi kenyataan dan tiba di @Space_Station. Kamu disambut hangat oleh saudara astronotmu," twit Meir pada 29 September 2019 ketika dia tiba di ruang angkasa untuk pertama kalinya.

Baca juga: NASA Batalkan “Spacewalk” dengan Seluruh Kru Perempuan, Ini Sebabnya

Untuk diketahui, Koch dan Meir bukanlah wanita pertama yang melaksanakan spacewalk. Sepanjang sejarah, sudah ada 14 wanita dan 213 pria yang melaksanakan spacewalk.

Namun, Koch dan Meir adalah kru spacewalk pertama yang seluruh anggotanya perempuan.

Misi ini awalnya juga direncanakan untuk dilaksanakan pada bulan Maret 2019, sebelum Hari Perempuan Internasional.

Namun, kekurangan pakaian luar yang berukuran medium membuat misi ini harus diundur hingga tujuh bulan.

Dalam konferensi pers sebelumnya, Koch mnegatakan, saya rasa ini sangat penting karena apa yang kita lakukan bersejarah.

"Pada masa lampau, wanita tidak selalu bisa terlibat. Sangat luar biasa dapat berkontribusi pada program luar angkasa di masa ketika semua jenis kontribusi diterima, ketika semua orang punya peran. Hal ini bisa menaikkan kemungkinan untuk berhasil," ujarnya.

Sumber: Kompas.com (Shierine Wangsa Wibawa)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber Newsweek
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

NASA Sebut Letusan Gunung Api Bawah Laut Tonga 500 Kali Lebih Kuat dari Bom Hiroshima

NASA Sebut Letusan Gunung Api Bawah Laut Tonga 500 Kali Lebih Kuat dari Bom Hiroshima

Fenomena
Studi Baru Ungkap Jumlah Lubang Hitam di Alam Semesta

Studi Baru Ungkap Jumlah Lubang Hitam di Alam Semesta

Oh Begitu
Antisipasi Lonjakan Kasus Omicron, PPKM di Indonesia Diperpanjang dan Dievaluasi

Antisipasi Lonjakan Kasus Omicron, PPKM di Indonesia Diperpanjang dan Dievaluasi

Oh Begitu
[POPULER SAINS]: Mengenal Ular Pucuk | Sopir Kalteng Meninggal Disengat Tawon Vespa | Kepunahan Massal Keenam

[POPULER SAINS]: Mengenal Ular Pucuk | Sopir Kalteng Meninggal Disengat Tawon Vespa | Kepunahan Massal Keenam

Oh Begitu
Proses Pembekuan Sel Telur untuk Apa?

Proses Pembekuan Sel Telur untuk Apa?

Kita
Fakta-fakta Supervolcano, Salah Satunya Ada di Indonesia

Fakta-fakta Supervolcano, Salah Satunya Ada di Indonesia

Fenomena
Ramai Ikutan Jual Foto NFT seperti Gozali, Psikolog: Ini Efek Pandemi Covid-19

Ramai Ikutan Jual Foto NFT seperti Gozali, Psikolog: Ini Efek Pandemi Covid-19

Oh Begitu
5 Fakta Planet Kepler-186F, Planet Asing yang Mirip Bumi

5 Fakta Planet Kepler-186F, Planet Asing yang Mirip Bumi

Oh Begitu
Ilmuwan Ungkap Dua Faktor Genetik yang Sebabkan Hilangnya Bau dan Rasa akibat Covid-19

Ilmuwan Ungkap Dua Faktor Genetik yang Sebabkan Hilangnya Bau dan Rasa akibat Covid-19

Oh Begitu
Bagaimana Cicak Bisa Menempel di Dinding? Ini Penjelasannya

Bagaimana Cicak Bisa Menempel di Dinding? Ini Penjelasannya

Oh Begitu
9 Obat Herbal Stroke yang Ampuh Bantu Kembalikan Fungsi Otak

9 Obat Herbal Stroke yang Ampuh Bantu Kembalikan Fungsi Otak

Kita
Orang yang Terinfeksi Omicron Bisa Menyebarkan Virus hingga 10 Hari

Orang yang Terinfeksi Omicron Bisa Menyebarkan Virus hingga 10 Hari

Oh Begitu
Memahami Cara Kawin Nyamuk Bisa Bantu Perangi Malaria

Memahami Cara Kawin Nyamuk Bisa Bantu Perangi Malaria

Oh Begitu
Mengenal PCI Jantung, Prosedur Medis untuk Penyakit Jantung Koroner

Mengenal PCI Jantung, Prosedur Medis untuk Penyakit Jantung Koroner

Kita
Usai Foto Selfie Ghozali, Ramai Jual NFT Foto KTP dan Tubuh Tanpa Busana, Ini Kata Psikolog Sosial

Usai Foto Selfie Ghozali, Ramai Jual NFT Foto KTP dan Tubuh Tanpa Busana, Ini Kata Psikolog Sosial

Oh Begitu
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.