Kompas.com - 20/10/2019, 13:40 WIB
Data statistik korban meninggal karena bencana yang dihimpun BNPB dan International Disaster Database. Data statistik korban meninggal karena bencana yang dihimpun BNPB dan International Disaster Database.

Namun semakin mendekati pantai, kecepatan gelombang tsunami berkurang, yakni di bawah 80 kilometer per jam.

"Kalau sudah sampai pantai kira-kira (kecepatan gelombangnya) 30-40 kilometer per jam," terang Widjo.

Dari bukti-bukti fenomena tsunami yang sudah pernah terjadi sebelumnya, ketika tsunami sudah masuk bibir pantai makhluk hidup yang ada di sekitarnya sudah tidak bisa lari ke manapun.

Saat manusia tak sempat berlari ke tempat lebih tinggi dan menyelamatkan diri, dapat dipastikan dia akan terseret ombak tsunami.

Data dunia yang dikumpulkan International Disaster Database dan BNPB juga menyebutkan bahwa gempa bumi dan tsunami merupakan bencana alam yang paling banyak menelan korban dibanding banjir, tanah longsor, puting beliung, kekeringan, erupsi gunung berapi, abrasi, dan karhutla.

Mitigasi tsunami

Berlari

Widjo menyarankan, ketika kita merasakan gempa kuat cukup lama hingga beberapa detik dan sedang berada di bibir pantai, usahakan untuk langsung pergi menjauh dari pesisir.

"Saran saya, kalau sudah merasakan gempa cukup lama dan berada di sekitar kawasan pantai, lebih baik langsung lari menuju tempat lebih tinggi," ujar dia.

Hutan mangrove

Selain berlari, para ahli tsunami termasuk Widjo sepakat bahwa hutan mangrove atau hutan bakau dapat mengurangi dampak buruk tsunami.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.