Kompas.com - 18/10/2019, 11:33 WIB
Ilustrasi tes DNA. SHUTTERSTOCKIlustrasi tes DNA.

KOMPAS.com - Proyek DNA Penelusuran Leluhur Orang Indonesia Asli yang digerakkan majalah sejarah daring, Historia.id, tengah mendapat sorotan.

Proyek ini menganalisis asal usul 16 responden asal Indonesia dari berbagai latar belakang dan etnik berbeda.

Hasilnya, tak ada satu pun responden yang pribumi tulen. Setiap individu memiliki perpaduan beberapa nenek moyang dari luar Indonesia.

"Kalau dari sudut genetika dari data ilmiah, kalau pribumi harusnya 100 persen Indonesia. Tapi hasilnya, dari 16 responden semuanya bercampur (asal moyangnya), tidak ada yang 100 persen Indonesia. Jadi tidak ada yang bisa mengklaim pribumi asli,” kata Deputi Fundamental Eijkman Institute Prof Dr Herawati Aru Sudoyo di Museum Nasional, Selasa (15/10/2019).

Dalam melakukan penelusuran asal usul orang Indonesia, Herawati bersama timnya menggunakan tes DNA.

Namun, bagaimana awal mula tes DNA hingga bisa mengungkap siapa kita sebenarnya?

Baca juga: Anda Berasal dari Mana? Menelusuri Asal Usul Orang Indonesia lewat DNA

Tes DNA

Tes DNA merupakan metode ampuh untuk mengidentifikasi individu, dan dipastikan akurat 100 persen.

Sebelum ada pengujian DNA, komunitas ilmiah menggunakan alat biologis tertentu untuk dapat mengidentifikasi dan menentukan hubungan biologis individu.

Metode awal yang digunakan berdasar golongan darah, tes serologi (tes untuk mencari antibodi dalam darah), dan tes HLA (untuk menguji sel darah putih dan sistem kekebalan tubuh).

Di awal perkembangan dunia medis, tes tersebut dipakai untuk mencocokkan donor darah dengan jaringan penerima dan mengurangi tingkat penolakan untuk pasien transplantasi.

Sayangnya, metode ini tidak dapat mengidentifikasi dan menentukan hubungan biologis.

Pengujian DNA atau tes DNA baru dikenal pada akhir 1970-an sampai awal 1980-an.

Di masa itu, para ilmuwan menemukan cara akurat untuk mengidentifikasi dan menentukan hubungan biologis.

Berkat munculnya tes DNA, hari ini kita dapat mengetahui identitas individu dan mencari kerabat biologis yang mungkin sempat terpisah.

Perjalanan panjang hingga ada tes DNA

1920: Temuan golongan darah

Pada awal 1920-an, para ilmuwan mengidentifikasi 4 jenis darah pada manusia, -A, AB, B, dan O. Golongan darah ini disebut juga tipe darah ABO.

Identifikasi keempat golongan darah tersebut didapat dari protein antigen yang ada di dalam darah.

Penemuan keempat golongan darah ini berguna untuk prosedur medis seperti transfusi darah.

Para ilmuwan pun menyadari bahwa golongan darah diwariskan secara biologis. Artinya, golongan darah anak sama dengan golongan darah orangtua biologisnya.

Namun, kemampuan untuk mengidentifikasi hubungan biologis juga tidak akurat bila hanya mengandalkan tes ABO.

1930-an: Pengujian Serologi

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Libur Lebaran Waspada Hujan Lebat Dampak Cuaca Ekstrem, Ini Daftar Wilayahnya

Libur Lebaran Waspada Hujan Lebat Dampak Cuaca Ekstrem, Ini Daftar Wilayahnya

Fenomena
Penyebab Tekanan Darah Tinggi yang Perlu Anda Waspadai

Penyebab Tekanan Darah Tinggi yang Perlu Anda Waspadai

Kita
4 Makanan yang Harus Dihindari Saat Idul Fitri, demi Cegah Penyakit dan Kenaikan Berat Badan

4 Makanan yang Harus Dihindari Saat Idul Fitri, demi Cegah Penyakit dan Kenaikan Berat Badan

Oh Begitu
Dokter India Peringatkan Bahaya Mandi Kotoran Sapi untuk Cegah Corona

Dokter India Peringatkan Bahaya Mandi Kotoran Sapi untuk Cegah Corona

Kita
Covid-19 di India Membuat Banyak Jenazah Penuhi Tepi Sungai Gangga

Covid-19 di India Membuat Banyak Jenazah Penuhi Tepi Sungai Gangga

Fenomena
3 Tanaman Begonia Baru Endemik Sulawesi, Ada yang Spesies Langka di Asia

3 Tanaman Begonia Baru Endemik Sulawesi, Ada yang Spesies Langka di Asia

Fenomena
Hasil Riset: Sejak 1960, Manusia Ubah Daratan Seluas Eropa-Afrika

Hasil Riset: Sejak 1960, Manusia Ubah Daratan Seluas Eropa-Afrika

Oh Begitu
Daftar Herbal untuk Kolesterol, Cara Alami Turunkan Kolesterol

Daftar Herbal untuk Kolesterol, Cara Alami Turunkan Kolesterol

Oh Begitu
Kasus Covid-19 Harian Melonjak, WHO Peringatkan Bahaya Varian India

Kasus Covid-19 Harian Melonjak, WHO Peringatkan Bahaya Varian India

Oh Begitu
WHO: Tren Kasus Harian Covid-19 di Dunia Stagnan, tetapi Beberapa Negara Naik

WHO: Tren Kasus Harian Covid-19 di Dunia Stagnan, tetapi Beberapa Negara Naik

Oh Begitu
Efek Kebanyakan Minum Kopi dan Berapa Batas Aman Minum Kopi

Efek Kebanyakan Minum Kopi dan Berapa Batas Aman Minum Kopi

Oh Begitu
[POPULER SAINS] 1 Syawal 1442 H Jatuh Besok Kamis | Alasan Idul Fitri Tahun Ini Bertepatan dengan Kenaikan Isa Almasih

[POPULER SAINS] 1 Syawal 1442 H Jatuh Besok Kamis | Alasan Idul Fitri Tahun Ini Bertepatan dengan Kenaikan Isa Almasih

Oh Begitu
7 Herbal untuk Asam Lambung, Ada Bunga Kantil

7 Herbal untuk Asam Lambung, Ada Bunga Kantil

Oh Begitu
Tumbuh Kembang Anak Kembar, Studi Ungkap Lebih Lambat Bicara

Tumbuh Kembang Anak Kembar, Studi Ungkap Lebih Lambat Bicara

Oh Begitu
Hasil Sidang Isbat Idul Fitri: 1 Syawal 1442 H Jatuh pada Kamis, 13 Mei 2021

Hasil Sidang Isbat Idul Fitri: 1 Syawal 1442 H Jatuh pada Kamis, 13 Mei 2021

Oh Begitu
komentar di artikel lainnya
Close Ads X