Kanibalisme Galaksi Andromeda Terkuak, Target Berikutnya Bima Sakti

Kompas.com - 04/10/2019, 20:06 WIB
Ilustrasi merger antara Bimasakti dan Andromeda. NASAIlustrasi merger antara Bimasakti dan Andromeda.

KOMPAS.com - Galaksi memang bersifat kanibalistik karena bertumbuh dengan memakan galaksi lainnya. Hal ini tak terkecuali Bima Sakti, galaksi tempat kita tinggal. Namun, tampaknya galaksi kita akan segera bertemu dengan saingan beratnya.

Tetangga galaksi terbesar Bima Sakti, yakni Andromeda, ternyata memiliki nafsu makan kanibalisme yang begitu mengerikan.

Hal ini diungkapkan dalam survei terbaru yang dipublikasikan dalam jurnal Nature.

Survei menunjukkan bahwa sejarah kekejaman Andromeda telah berlangsung setidaknya selama 10 miliar tahun, dan dalam waktu yang begitu panjang, ia telah memakan lebih banyak dan lebih besar galaksi daripada Bima Sakti.

Lalu, yang mengerikannya lagi, target Andromeda yang berikutnya adalah Bima Sakti.

Baca juga: Para Peneliti Revisi Waktu Tabrakan Bima Sakti dan Andromeda

"Bima Sakti sedang menuju tabrakan dengan Andromeda dalam waktu sekitar empat miliar tahun. Jadi mengetahui monster apakah musuh yang dihadapi oleh galaksi kita sangat berguna untuk mengetahui nasib Bima Sakti," ujar Dougal Mackey, profesor astronomi dan astrofisika di Australia National University.

Para ahli menemukan hal ini setelah menganalisis gugus bola atau kumpulan bintang berbentuk bola yang mengorbit galaksi dengan menggunakan lima teleskop. Dengan mengikuti sisa-sisa berbagai galaksi kecil, para ahli telah berhasil mereproduksi ulang cara Andromeda menarik mangsanya dan melahapnya.

Berdasarkan dua kumpulan bintang di sekitar Andromeda yang memiliki pergerakan dan kecepatan berbeda, para peneliti menemukan setidaknya jejak dua galaksi kerdil kuno yang telah dimakan oleh Andromeda beberapa miliar tahun lalu dan 10 miliar tahun lalu.

Baca juga: Tiba-tiba Bersinar, Ada Apa dengan Lubang Hitam di Jantung Galaksi Kita?

"Ini sangat aneh dan menunjukkan bahwa mangsa luar galaksi berasal dari apa yang dikenal sebagai 'jaring kosmik' materi yang menghubungkan semesta," ujar Geraint Lewis, profesor fisika di University of Sydney.

Para ahli juga menemukan bahwa Andromeda memangsa kedua galaksi kerdil di bidang satelit, bidang di mana mayoritas galaksi kerdil yang mengorbit Andromeda berada.

Padahal, penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa bidang semacam ini sangat rapuh dan bisa hancur akibat gravitasi Andromeda hanya dalam hitungan beberapa miliar tahun.

Lewis mengatakan, ini memperdalam misterinya karena bidang pasti masih muda tetapi ia tampaknya sesuai dengan momen pemangsaan galaksi kerdil kuno. Mungkin ini disebabkan oleh jaring kosmik, tetapi ini baru spekulasi. KIta harus berpikir keras untuk mengungkapnya.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber SPACE.COM,UPI
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X