Para Peneliti Revisi Waktu Tabrakan Bima Sakti dan Andromeda

Kompas.com - 09/02/2019, 19:35 WIB
Ilustrasi merger antara Bimasakti dan Andromeda.NASA Ilustrasi merger antara Bimasakti dan Andromeda.

KOMPAS.com – Para peneliti baru saja merevisi waktu perkiraan terjadinya tabrakan antara Bima Sakti dan Andromeda. Untungnya, prediksi baru ini lebih lambat daripada prediksi sebelumnya, yakni 4,5 miliar tahun dari yang sebelumnya 3,9 miliar tahun.

Hasil tersebut didasarkan pada observasi wahana antariksa Gaia milik Eropa yang memonitor posisi dan gerakan bintang-bintang dan obyek angkasa lainnya.

Mayoritas dari objek yang diamati oleh Gaia memang berada di dalam Bima Sakti, namun ia juga mengamati galaksi-galaksi tetangga, termasuk Andromeda atau M31 dan Triangulum atau M33.

Sebelumnya, Gaia juga telah digunakan untuk menciptakan peta tiga dimensi dari Bima Sakti yang paling akurat.

Baca juga: Prediksi Tabrakan Galaksi yang Akan Lemparkan Bumi dari Bima Sakti

Dalam studi yang dipublikasikan di jurnal The Astrophysical Journal ini, para peneliti mengamati interaksi antara bintang-bintang di galaksi kita, Andromeda dan Triangulum.

Melalui pengamatan tersebut, tim peneliti berhasil menentukan kecepatan rotasi Andromeda dan Triangulum untuk kali pertama dalam sejarah. Mereka pun memprediksikan gerakan keduanya di ruang angkasa hingga beberapa miliar tahun ke depan.

Timo Prusti, ilmuwan proyek Gaia yang tidak terlibat dalam studi, mengatakan, Gaia dirancang khususnya untuk memetakan bintang-bintang di Bima Sakti – tetapi, studi baru ini menunjukkan bahwa satelit tersebut melebihi ekspektasi dan bisa memberikan informasi baru tentang struktur dan dinamika galaksi di luar milik kita.

“Semakin lama Gaia mengamati gerakan galaksi-galaksi ini di angkasa, maka akan semakin akurat juga pengukuran kita,” ujarnya.




Close Ads X