Kompas.com - 02/10/2019, 18:05 WIB
Petugas dari Manggala Agni Daops Siak memadamkan api kebakaran lahan di wilayah Kecamatan Dayun, Kabupaten Siak, Riau, Senin (5/8/2019). Kebakaran gambut dan semak belukar ini mengeluarkan asap yang cukup parah. IDONPetugas dari Manggala Agni Daops Siak memadamkan api kebakaran lahan di wilayah Kecamatan Dayun, Kabupaten Siak, Riau, Senin (5/8/2019). Kebakaran gambut dan semak belukar ini mengeluarkan asap yang cukup parah.

KOMPAS.com - Dalam mengatasi kebakaran yang seringkali terjadi di lahan gambut saat musim kemarau, Badan Restorasi Gambut (BRG) menganggap perlu melakukan penanganan dengan pendekatan tertentu.

Inilah beberapa pendekatan yang diharapkan BRG seperti disampaikan oleh Deputi Bidang Konstruksi, Operasi dan Pemeliharaan, Badan Restorasi Gambut (BRG), Dr Alue Dolohong.

 

1. Pendekatan Hidrologis-Vegetasi

Dalam pendekatan ini perlu dilakukan pengelolaan lahan gambut berbasis Kesatuan Hidrolisis Gambut (KHG).

Juga, perlu ada restorasi hidrologis gambut terdegradasi yaitu dengan cara pembasahan kembali gambut atau rewetting.

"Dalam pendekatan ini penting sekali melakukan pemulihan habitat sebagai hutan rawa gambut atau melakukan revegetasi lah gitu," kata Alue di Jakarta, Selasa (1/10/2019).

2. Pendekatan teknologi

Pada pendekatan teknologi, menurut Alue, ada dua hal yang bisa dilakukan yaitu pengolahan lahan gambut tanpa bakar (bio decomposer) dan pengembangan energi (berbasis biomassa).

Dijelaskan Alue bahwa ada pemanfaatan energi biomassa yang dihasilkan oleh alam lahan gambut, yang seharusnya ini dilirik oleh pemerintah untuk dijadikan alternatif pemanfaatan lahan gambut tanpa merusak lahan tersebut.

3. Pendekatan regulasi dan penegakan hukum

"Harmonisasi dan sinkronisasi sektoral yaitu pertanian dan perkebunan berbasis drainase perlu dikaji dan ditindaklanjuti di lapangan, saat perusahaan ataupun pengolah lahan gambut memulai ekspansi terhadap lahan," ujarnya.

Hal ini, dimaksudkan agar pemanfaatan dan kandungan air dari lahan gambut tetap terjaga, sehingga lahan gambut itu sendiri tidak rusak meski diperdayagunakan oleh manusia.

"Ya kalau mau melakukan pembangunan di atas lahan gambut, misal tol. Cobalah rancang tol yang nggak merusak atau menghilangkan lahan gambut itu. Kan bisalah berpikir gimana cara terbaik untuk memanfaatkan dan melestarikan alam, meski ingin maju menyusul perkembangan masa," tutur Alue.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Karakteristik Hutan Mangrove yang Harus Kamu Ketahui

Karakteristik Hutan Mangrove yang Harus Kamu Ketahui

Oh Begitu
Tren Peningkatan Kasus Covid-19 di Indonesia, Apakah Akibat Omicron? Ini Kata Kemenkes

Tren Peningkatan Kasus Covid-19 di Indonesia, Apakah Akibat Omicron? Ini Kata Kemenkes

Oh Begitu
Studi Ungkap Polusi Nanoplastik Pertama Kali Terdeteksi di Kutub Bumi

Studi Ungkap Polusi Nanoplastik Pertama Kali Terdeteksi di Kutub Bumi

Fenomena
3 Tahapan Metamorfosis Tidak Sempurna

3 Tahapan Metamorfosis Tidak Sempurna

Oh Begitu
Pengertian Sabana serta Contoh Flora dan Faunanya

Pengertian Sabana serta Contoh Flora dan Faunanya

Oh Begitu
Gempa Talaud Hari Ini Sudah 9 Kali Susulan, BMKG Tegaskan Bukan Gempa Megathrust

Gempa Talaud Hari Ini Sudah 9 Kali Susulan, BMKG Tegaskan Bukan Gempa Megathrust

Fenomena
Gempa Terkini: M 6,1 Guncang Talaud, Ini Catatan Gempa yang Pernah Terjadi di Sulawesi Utara

Gempa Terkini: M 6,1 Guncang Talaud, Ini Catatan Gempa yang Pernah Terjadi di Sulawesi Utara

Fenomena
Indonesia Didorong Jadi Lumbung Pangan Dunia Lewat Studi Pertanian

Indonesia Didorong Jadi Lumbung Pangan Dunia Lewat Studi Pertanian

Oh Begitu
Sejarah Penemuan Termometer: Penemu dan Perkembangannya

Sejarah Penemuan Termometer: Penemu dan Perkembangannya

Oh Begitu
Bagaimana Bulan Bisa Bersinar Terang di Malam Hari?

Bagaimana Bulan Bisa Bersinar Terang di Malam Hari?

Oh Begitu
Penyakit Tifus: Penyebab, Gejala, dan Jenis-jenisnya

Penyakit Tifus: Penyebab, Gejala, dan Jenis-jenisnya

Kita
Kabar Baik, Populasi Jerapah Meningkat 20 Persen, Ini Kata Ilmuwan

Kabar Baik, Populasi Jerapah Meningkat 20 Persen, Ini Kata Ilmuwan

Fenomena
[POPULER SAINS]: Penyebab Letusan Gunung Krakatau 1883 | Karbon Purba Mars | Fenomena Aphelion | Gunung Merapi Semburkan Awan Panas

[POPULER SAINS]: Penyebab Letusan Gunung Krakatau 1883 | Karbon Purba Mars | Fenomena Aphelion | Gunung Merapi Semburkan Awan Panas

Oh Begitu
Hasil Tes Covid dari Alat RT-LAMP BRIN Diklaim Bisa Keluar Kurang dari Satu Jam

Hasil Tes Covid dari Alat RT-LAMP BRIN Diklaim Bisa Keluar Kurang dari Satu Jam

Oh Begitu
Roket Falcon 9 SpaceX Berhasil Luncurkan 49 Satelit Internet Starlink ke Luar Angkasa

Roket Falcon 9 SpaceX Berhasil Luncurkan 49 Satelit Internet Starlink ke Luar Angkasa

Fenomena
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.