Kompas.com - 26/09/2019, 09:43 WIB

KOMPAS.com - Venus ternyata pernah menjadi sebuah planet yang layak huni. Namun bencana misterius menghancurkan kehidupan di sana, menjadikan Venus sebagai tempat dengan panas membara bersuhu rata-rata 462 derajat Celcius.

Sebelumnya, banyak pandangan yang menyebut Venus terlalu dekat dengan Matahari untuk memiliki sumber air dan di luar batas zona layak huni. Namun ternyata sebuah studi baru punya pendapat lain.

Para peneliti dari The Europlanet Society mempresentasikan studi tentang sejarah iklim Venus tersebut dalam Pertemuan Bersama EPSC-DPS 2019.

Studi tersebut menunjukkan bahwa Venus pernah memiliki iklim layak huni yang cocok untuk kehidupan, dengan air, lempeng tektonik, serta iklim yang stabil di dalamnya.

Baca juga: Rahasia Alam Semesta: Kok Merkurius dan Venus Tak Punya Bulan?

Michael Way dari Goddard Institute for Space Science dan koleganya Anthony Del Genio menciptakan lima simulasi iklim berdasarkan tingkat cakupan air yang berbeda. Model ini memperhitungkan perubahan komposisi atmosfer dan radiasi matahari.

Kelima simulasi tersebut menunjukkan bahwa Venus bisa mempertahankan suhu maksimum 50 derajat Celcius dan suhu minimum 20 derajat Celcius, selama periode yang berlangsung tiga miliar tahun.

Sebagai perbandingan, organisme bersel tunggal telah muncul dalam evolusi Bumi selama tiga miliar tahun.

"Hipotesis kami adalah Venus memiliki iklim yang stabil selama miliaran tahun. Sebuah peristiwa bertanggung jawab atas perubahan dari iklim yang mirip Bumi menjadi seperti yang kita lihat saat ini," jelas Way.

Baca juga: Bukan Venus, Planet Terdekat dengan Bumi Itu Merkurius

Sekitar 700 juta tahun yang lalu, sesuatu terjadi yang benar-benar mengubah wajah Venus.

Peristiwa tersebut memicu pelepasan CO2 yang tersimpan dalam batuan atau disebut dengan proses outgassing.

Namun, apa yang menyebabkan outgassing ini tidak diketahui. Peneliti menduga jika aktivitas vulkanik Venus yang terjadi secara intens adalah sumbernya.

Butuh waktu lebih banyak lagi untuk mempelajari Venus dan evolusinya.

Studi ini sekaligus bisa menjadi sebuah studi kasus bagi kita. Aktivitas manusia juga dapat meningkatkan kadar CO2 di atmosfer dan bisa meninggalkan berbagai potensi efek rumah kaca yang tak terkendali pula.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

5 Minyak Terbaik untuk Kesehatan, Salah Satunya Minyak Zaitun

5 Minyak Terbaik untuk Kesehatan, Salah Satunya Minyak Zaitun

Oh Begitu
Ikan Pari Manta, Ikan Pari Terbesar di Dunia yang Terancam Punah

Ikan Pari Manta, Ikan Pari Terbesar di Dunia yang Terancam Punah

Oh Begitu
Studi Ungkap Sebelum Dikorbankan untuk Persembahan Dewa, Anak Suku Inca Diberi Obat Halusinasi

Studi Ungkap Sebelum Dikorbankan untuk Persembahan Dewa, Anak Suku Inca Diberi Obat Halusinasi

Oh Begitu
Perubahan Iklim Bikin Jam Tidur Terganggu, Kok Bisa?

Perubahan Iklim Bikin Jam Tidur Terganggu, Kok Bisa?

Fenomena
CDC Ungkap Bukti Infeksi Adenovirus Sebabkan Hepatitis Akut Misterius pada Anak

CDC Ungkap Bukti Infeksi Adenovirus Sebabkan Hepatitis Akut Misterius pada Anak

Oh Begitu
Mengidolakan Berlebih, Bisa Jadi Tanda Hubungan Parasosial

Mengidolakan Berlebih, Bisa Jadi Tanda Hubungan Parasosial

Kita
5 Penyakit Ginjal yang Paling Umum, Salah Satunya Batu Ginjal

5 Penyakit Ginjal yang Paling Umum, Salah Satunya Batu Ginjal

Kita
6 Cara Mencegah Kanker Usus seperti yang Diidap Achmad Yurianto Sebelum Meninggal Dunia

6 Cara Mencegah Kanker Usus seperti yang Diidap Achmad Yurianto Sebelum Meninggal Dunia

Kita
5 Kebiasaan Makan yang Melemahkan Sistem Kekebalan Tubuh

5 Kebiasaan Makan yang Melemahkan Sistem Kekebalan Tubuh

Kita
Daur Ulang Limbah Kayu Hasilkan Material Lebih Kuat dari Baja

Daur Ulang Limbah Kayu Hasilkan Material Lebih Kuat dari Baja

Oh Begitu
Gejala Virus Hendra pada Manusia dan Cara Mencegahnya

Gejala Virus Hendra pada Manusia dan Cara Mencegahnya

Kita
Dikenal Punya Sengatan Berbisa, Bagaimana Kalajengking Kawin?

Dikenal Punya Sengatan Berbisa, Bagaimana Kalajengking Kawin?

Oh Begitu
7 Gejala Cacar Monyet dan Perbedaannya dengan Gejala Cacar

7 Gejala Cacar Monyet dan Perbedaannya dengan Gejala Cacar

Oh Begitu
Ketahui Penyebab dan Faktor Risiko Kanker Usus, Penyakit yang Diidap Achmad Yurianto Sebelum Meninggal

Ketahui Penyebab dan Faktor Risiko Kanker Usus, Penyakit yang Diidap Achmad Yurianto Sebelum Meninggal

Kita
Perkuat Informasi Maritim di Perairan Indonesia, BMKG Lepaskan Drifter dan Floats di Selat Makassar

Perkuat Informasi Maritim di Perairan Indonesia, BMKG Lepaskan Drifter dan Floats di Selat Makassar

Oh Begitu
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.