Ribuan Demonstran Turun Jalan, Kenapa Gerakan Mahasiswa Selalu Terdepan?

Kompas.com - 25/09/2019, 11:41 WIB
Mahasiswa menyampaikan orasi di Depan Gedung DPR/MPR, Jalan Gatot Subroto, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (24/9/2019). KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGMahasiswa menyampaikan orasi di Depan Gedung DPR/MPR, Jalan Gatot Subroto, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (24/9/2019).

KOMPAS.com - Gelombang protes atas Rancangan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (RUU KUHP) dan UU KPK oleh DPR dan Pemerintah terus bergulir di tanah air, terutama dari kelompok mahasiswa.

Gerakan mahasiswa turun ke jalan tak hanya diikuti seribu dua ribu orang, tapi jutaan. Hingga hari ini, unjuk rasa ini dilakukan di sejumlah kota di Indonesia mulai dari Yogyakarta, Solo, Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya, Malang, hingga Sulawesi.

Warganet pun ikut mendukung gerakan mahasiswa dengan menggaungkan tagar #HidupMahasiswa di Twitter. Hingga pagi ini, tagar tersebut sudah dipakai dalam 1,79 juta twit.

Berbicara tentang gerakan mahasiswa, aksi seperti ini sudah lahir sejak ratusan tahun lalu. Sejarah mencatat unjuk rasa tertua dilakukan oleh mahasiswa Universitas Paris pada 1229.

Sementara di Indonesia, gerakan mahasiswa dilakukan jauh sebelum kemerdekaan dan seringkali menjadi cikal bakal perjuangan nasional, seperti yang tampak dalam lembaran sejarah bangsa.

Namun, kenapa gerakan mahasiswa selalu jadi yang terdepan dalam memperjuangkan suatu isu dan masalah bangsa?

Baca juga: Demonstran, Ini Penanganan Pertama Jika Terkena Gas Air Mata

Di Indonesia, gerakan mahasiswa merupakan kegiatan kemahasiswaan yang ada di dalam dan luar perguruan tinggi untuk meningkatkan kecapakan, intelektualitas, dan kemampuan kepemimpinan para aktivis yang terlibat di dalamnya.

Rizqy Amelia Zein, dosen psikolog sosial dari Universitas Airlangga, Surabaya melihat ada dua faktor yang membuat mahasiswa selalu jadi yang terdepan ketika melakukan unjuk rasa secara umum.

Pertama, mahasiswa lebih mudah digerakkan dan lebih mudah bergerak karena mahasiswa memiliki lebih banyak waktu untuk memikirkan suatu persoalan.

Kedua, pada dasarnya peran mahasiswa secara sosial ditujukan untuk hal-hal yang sifatnya pada revolusi dan perubahan.

"Perubahan itu asalnya dari mahasiswa, karena peran mereka (mahasiswa) secara historis dan sosial, mereka disiapkan untuk menjadi kelompok yang mengakselerasi (mempercepat) perubahan," kata Amel kepada Kompas.com melalui sambungan telepon, Rabu (25/9/2019).

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X