Kompas.com - 27/05/2019, 10:23 WIB
Penjelajah Dasar Laut, Victor Vescovo mengendarai kapal selam DSV Limiting Factor di Palung Mariana, Lautan Pasifik, 13 Mei 2019. (Foto courtesy: Discovery Channel). Penjelajah Dasar Laut, Victor Vescovo mengendarai kapal selam DSV Limiting Factor di Palung Mariana, Lautan Pasifik, 13 Mei 2019. (Foto courtesy: Discovery Channel).

KOMPAS.com - Palung Mariana, yang dalamnya 11 kilometer merupakan tempat terdalam di bumi. Pada kedalaman tersebut, seorang penjelajah laut menemukan spesies baru dan juga sampah plastik.

Bagi kapal selam yang memiliki sejumlah keterbatasan, untuk sampai di kedalaman itu saja merupakan suatu tantangan tersendiri.

"Pengalaman itu luar biasa, sebuah penyelaman yang menakjubkan - hampir selama 12 jam - tiga setengah jam turun, empat jam berada di bawah laut, waktu terlama bagi siapa pun yang pernah berada pada kedalaman Challenger Deep. Lalu kira-kira empat jam naik lagi ke permukaan laut. Hampir semua baterai listrik saya habis dan harus bertukar baterai sana-sini," ujar Victor Vescovo salah seorang penjelajah dari Five Deeps Expedition.

Baca juga: Malaysia Kembalikan Sampah Plastik ke Negara Asal, Bagaimana Indonesia?

Ekspedisi tersebut adalah gagasan penjelajah Victor Vescovo, yang berusaha memetakan beberapa tempat terdalam di dunia.

"Samudra menutupi 70 persen permukaan bumi. Lautan itu sangat dalam, dan tidak banyak yang kita ketahui bagaimana laut berinteraksi dengan atmosfer untuk pertukaran panas, bagaimana karbon diserap dari udara. Semakin banyak kita tahu tentang lautan, semakin mudah memahami proses-proses kimia yang mengakibatkan perubahan global dalam bentuk apapun," papar Victor lebih jauh.

Apa yang dilihat Vescovo, bukanlah suatu pemandangan tandus, melainkan sesuatu hal yang baru, penuh dengan spesies ikan yang unik, dan bebatuan yang ditutupi sejumlah makhluk hidup yang belum pernah merasakan sinar matahari.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Kami benar-benar melihat sekumpulan bakteri, menunjukkan adanya kehidupan di permukaan bebatuan dan energinya diperoleh bukan dari fotosintesis, sebagaimana semua energi yang diperoleh di permukaan bumi. Mereka mendapatkannya dari gas metan dan mineral di dalam bebatuan bawah laut itu sendiri. Namanya 'chemosynthesis', suatu bentuk kehidupan yang berbeda,” imbuh Penjelajah Five Deep Expedition itu.

Baca juga: Polusi Plastik di Lautan Ancam Oksigen Dunia, Kok Bisa?

Akan tetapi Victor juga menemukan plastik di kedalaman laut tersebut.

"Ketika menyelam berkeliling di dasar laut, saya benar melihat apa yang tampak sebagai satu atau dua partikel benda buatan manusia. Saya tidak yakin apakah itu plastik atau logam, tetapi ujung-ujungnya tampak tajam dan salah satunya memiliki huruf tercetak. Jadi yang jelas terjadi kontaminasi," jelasnya.

Jika dikonfirmasi, penyelaman Vescovo merupakan titik terdalam yang pernah dilakukan oleh kapal selam berawak.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.