Kecelakaan Beruntun di Tol dan Berbagai Inovasi yang Bisa Mencegahnya

Kompas.com - 17/09/2019, 07:06 WIB
Ilustrasi kecelakaan mobil. SHUTTERSTOCKIlustrasi kecelakaan mobil.

Kompas.com - Kecelakaan beruntun di jalur tol kembali terjadi. Terbaru terjadi di jalan Tol Tangerang-Merak, pada Sabtu (14/9/2019). Tiga kendaraan terlibat dan sembilan orang terluka.

Bila Anda masih ingat, pada Senin (2/9/2019); kecelakaan beruntun yang melibatkan 21 kendaraan juga terjadi di Tol Cipularang. Lalu di lokasi yang sama, kecelakaan dengan lima kendaraan terjadi pada Selasa (10/9/2019).

Dilansir dari rilis yang dibagikan oleh Sugiono, Peneliti Utama Bidang Instrumentasi Optik, P2SMTP- LIPI kepada Kompas.com, Senin (16/9/2019); data yang diberikan oleh PT Jasamarga (Persero) mengungkapkan bahwa tabrakan beruntun terjadi empat hari sekali di jalur tol yang dikelolanya dalam kurun waktu antara 2014-2016.

Kecelakaan beruntun memang kerap terjadi di jalan tol karena asumsi para pengguna bahwa jalan tol bebas hambatan. Dikombinasikan dengan lalainya pengemudi terhadap aturan yang terdapat di jalan tol, termasuk melaju pada kecepatan tinggi tanpa mempertimbangkan jarak aman dengan kendaraan di depannya, kecelakaan beruntun pun kerap terjadi.

Baca juga: Kecelakaan Tol Purbaleunyi, Posisi Duduk Berdampak pada Cedera Korban

Untuk diketahui, sudah ada aturan untuk menjaga jarak berdasarkan laju kendaraan. Bila kendaraan melaju pada kecepatan 60 kilometer per jam, maka harus ada jarak setidaknya 60 meter dengan kendaraan di depannya. Bila 70 kilometer per jam, maka jaraknya 70 meter. Bila 80 kilometer per jam, maka jaraknya pun 80 meter. Demikian seterusnya.

Namun, menurut Sugiono, yang menjadi masalah adalah bagaimana mempraktekannya dan mengukur jarak aman ketika sudah berada di lapangan.

Mobil-mobil mewah telah dilengkapi dengan perangkat jarak dan pendendali jalan otomatis, di mana mobil akan secara otomatis memperlambat jika jarak diukur telalu dekat dan mempercepat jika jarak masih jauh.

Akan tetapi, tidak dengan mobil-mobil biasa. "Selama ini, (pengendara mobil biasa) hanya menggunakan perasaan dan perkiraan yang belum tentu benar," tulis Sugiono.

Berbagai penemuan untuk mencegah kecelakaan beruntun

Dalam upaya membantu para pengemudi mobil biasa untuk patuh menjaga jarak, LIPI telah mendaftarkan berbagai invensinya sejak 1991.

Dua yang terbaru adalah perangkat yang didaftarkan pada 27 Februari 2017 dengan nomor paten P00-2017-01-281 dan yang didaftarkan pada 29 September 2017 dengan nomor pendaftaran P00-2017-06-605 dan judul Penanda Jarak Aman Antar Kendaraan pada Badan Jalan.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X