Habibie Wafat, tapi Mr Crack dan Teorinya Akan Terus Hidup di Dunia

Kompas.com - 12/09/2019, 11:03 WIB
Bacharuddin Jusuf Habibie membaca salah satu koleksinya di perpustakaan Habibie Ainun, Jakarta, Senin (11/8/2014). Selain sebagai perpustakaan, ruangan ini juga difungsikan sebagai tempat diskusi dan pertunjukan musik.

Kompas/Mohammad Hilmi Faiq (MHF)
11-08-2014

DIMUAT 7/9/14 HAL 21 *** Local Caption *** Aku dan Rumahku : BJ Habibie

BJ Habibie membaca salah satu koleksinya di perpustakaan Habibie Ainun, Jakarta, Senin (11/8). Selain sebagai perpustakaan, ruangan ini juga difungsikan sebagai tempat diskusi dan pertunjukan musik.

Kompas/Mohammad Hilmi Faiq (MHF)
11-08-2014
KOMPAS/MOHAMMAD HILMI FAIQBacharuddin Jusuf Habibie membaca salah satu koleksinya di perpustakaan Habibie Ainun, Jakarta, Senin (11/8/2014). Selain sebagai perpustakaan, ruangan ini juga difungsikan sebagai tempat diskusi dan pertunjukan musik. Kompas/Mohammad Hilmi Faiq (MHF) 11-08-2014 DIMUAT 7/9/14 HAL 21 *** Local Caption *** Aku dan Rumahku : BJ Habibie BJ Habibie membaca salah satu koleksinya di perpustakaan Habibie Ainun, Jakarta, Senin (11/8). Selain sebagai perpustakaan, ruangan ini juga difungsikan sebagai tempat diskusi dan pertunjukan musik. Kompas/Mohammad Hilmi Faiq (MHF) 11-08-2014

KOMPAS.com — Bachruddin Jusuf Habibie adalah sosok pemimpin bangsa yang sangat inspiratif juga genius. Beliau merupakan ilmuwan sekaligus politisi yang sangat mencintai keluarga.

Mengenang Habibie, bukan hanya kisah cintanya dengan Ainun yang membuat kita kagum.

Sejumlah tokoh negeri mengenang presiden ketiga RI sebagai sosok yang berhasil memimpin negeri dalam masa transisi di era Orde Baru ke era Reformasi yang lebih demokratis.

Selain nasionalis yang tak diragukan lagi, kegeniusan Habibie juga diakui dunia, khususnya dalam bidang kedirgantaraan lewat temuan "Crack Progression Theory". Di dunia iptek, para ahli dirgantara mengenal Crack Progression Theory dengan nama Faktor Habibie, Teori Habibie, atau Fungsi Habibie.

Baca juga: BJ Habibie Meninggal, BPPT akan Teruskan Semangatnya Membangun Negeri

Crack Progression Theory dianggap sangat penting dalam dunia dirgantara karena teori ini menjadi solusi dari masalah panjang yang dapat ditimbulkan oleh retaknya bagian sayap dan badan pesawat akibat mengalami guncangan selama take off dan landing.

Tak main-main, Faktor Habibie masih dijadikan pedoman dalam pembuatan pesawat terbang seluruh dunia hingga saat ini.

Berkat temuan pentingnya, Habibie dijuluki Mr Crack.

Memahami Crack Progression Theory dari Mr Crack

Dilansir berbagai sumber, pada akhir 1940-an dan 1950-an, teknologi pesawat sudah berkembang. Namun, banyak insinyur tidak sepenuhnya memahami mengapa beberapa pesawat mengalami kegagalan struktural katastrofik dalam penerbangan stabil.

Pada 1960-an pesawat menjadi lebih cepat dan mesinnya lebih kuat. Ketika mesin bekerja terlalu keras, material "kelelahan" dan sering menimbulkan masalah kegagalan struktural.

Maka para ilmuwan pada 1960-an mulai menganalisis apa yang menyebabkan keretakan komponen pesawat dengan lebih detail dan rinci.

Halaman:
Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X