Indonesia Negara Penderita Kusta Terbanyak Ketiga di Dunia

Kompas.com - 09/09/2019, 06:58 WIB
Juleha (34), eks penderita penyakit kusta di Kampung Sitanala, Kelurahan Karangsari, Kecamatan Neglasari, Kota Tangerang, Banten, Selasa (20/8/2019). Di kampung yang berada di belakang RS dr. Sitanala ini dihuni sekitar 1000 eks penderita kusta dan keluarganya. KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMOJuleha (34), eks penderita penyakit kusta di Kampung Sitanala, Kelurahan Karangsari, Kecamatan Neglasari, Kota Tangerang, Banten, Selasa (20/8/2019). Di kampung yang berada di belakang RS dr. Sitanala ini dihuni sekitar 1000 eks penderita kusta dan keluarganya.

KOMPAS.com - Indonesia menempati peringkat ketiga negara dengan penderita kusta terbanyak setelah India dan Brasil.

Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO) mengkategorikan kusta sebagai salah satu penyakit tropis yang terabaikan (Neglected Tropical Disease).

Dari penjelasan Ketua Kelompok Studi Morbus Hansen Indonesia, Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia (Perdoski), Dr. dr. Sri Linuwih Susetyo Wardhani Menaldi, SpKK(K), nama lain kusta ialah Morbus Hansen atau lepra (dalam bahasa Inggris: leprosy).

Ini merupakan penyakit yang terjangkit di daerah tropis dan subtropis.

Baca juga: Cerita Sohra, Mantan Pasien Kusta yang Lumpuh karena Berobat ke Dukun

Morbus diartikan penyakit, sedangkan Hansen ialah nama seorang ilmuwan Norwegia yakni Gerhard Henrik Armauer Hansen. Pada 1873 ia menemukan adanya sebuah patogen yang menyebabkan penyakit yang telah lama dikenal sebagai lepra.

Dr dr Sri yang kerap dipanggil Dini juga mengatakan, lepra merupakan penyakit infeksi dan menular yang disebabkan oleh kuman bernama Mycobacterium leprae, yang menyerang kulit dan saraf tepi. Kusta masuk dalam keilmuan spesialis kulit.

Kuman Mycobacterium leprae dapat menular melalui kontak langsung dengan penderita (kontak yang lama dan berulang) dan melalui pernapasan dengan masa inkubasi 2-5 tahun setelah kuman masuk ke dalam tubuh.

Baca juga: Kisah Al Qadri yang Sempat Diusir dari Sekolah karena Kusta

Hingga tahun 2018, tercatat masih terdapat beberapa wilayah di Indonesia yang belum eliminasi kusta. Artinya, angka kejadian kusta di wilayah tersebut masih lebih dari 1 per 10.000 penduduk.

"Kalau secara nasional kita sudah mengeliminasi kusta karena perhitungan 1 per 10.000 penduduk secara umum kalau nasional. Tapi kalau per daerah misal provinsi masih banyak yang menunjukkan angka lebih dari 1 per 10.000 itu, makanya penyebaran eliminasi kusta ini tidak merata," kata Dini kepada Kompas.com, Selasa (3/9/2019).

Baca juga: Ada Kusta di Antara Kita...

Wilayah yang masih terdeteksi angka kejadian kusta yaitu Jawa bagian timur, Sulawesi, Papua, Papua Barat, Maluku dan Maluku Utara.

"Ini bukan berarti di daerah lain tidak ada yang terkena kusta, tetapi lebih kepada jumlah penderitanya lebih sedikit dari daerah-daerah timur Indonesia," ujar Dini.

Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X