Ada Kusta di Antara Kita...

Kompas.com - 09/09/2019, 06:16 WIB
Ilustrasi informasi terkait kusta KOMPAS.com/PALUPI ANNISA AULIANIIlustrasi informasi terkait kusta

“APA yang kita tahu soal kusta ini?”

Pertanyaan biasa di ruang rapat yang juga biasa menjadi lokasi beragam fenomena dibedah bersama. Namun, satu pertanyaan ini berjawab hening.

“Itu, yang penderitanya bisa kehilangan jari, kaki, atau tangan.” Meluncur satu jawaban. Yang lain mengangguk-angguk. Lalu senyap lagi.

Kusta dan lepra itu sama atau enggak?” Ruangan kembali senyap.

Penggalan fragmen di atas terjadi ketika topik lepra terpilih menjadi bahan garapan liputan bersama harian Kompas, Kompas.com, Kompas TV, dan Kontan (4K).

Kusta adalah tema ketiga garapan Voice for Voiceless, inisiatif bersama empat media bersaudara ini untuk menyuarakan mereka yang tak bersuara.

Ketidaktahuan dan mitos

Ketidaktahuan. Satu kata ini langsung menggumpal sebagai sebuah kesadaran di ruang rapat itu.

Faktanya, Indonesia adalah negara dengan penderita kusta terbanyak ketiga di dunia, setelah India dan Brasil.

Meski tidak merata menjadi prevalensi nasional, angka kasusnya di daerah masih melebihi 1 berbanding 10.000 kejadian. Artinya, di sejumlah wilayah, di antara 10.000 penduduk selalu ada setidaknya satu penderita kusta.

Lalu, mengapa kita tidak banyak tahu soal penyakit ini?

Ada beragam mitos menyelubungi penyakit ini. Ada yang menyebutnya kutukan, penyakit orang miskin, menjijikkan, dan seterusnya.

Apakah benar begitu?

Wawancara khusus Kompas.com dengan Ketua Kelompok Studi Morbus Hansen (Kusta), Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin (Perdoski) Indonesia, Dr. dr. Sri Linuwih Susetyo Wardhani Menaldi, SpKK(K), menjungkirbalikkan semua informasi yang selama ini simpang siur.

Misal, angka kasus yang terkini di kisaran 15.000 penderita di Indonesia, bisa jadi hanya permukaan gunung es.

Mengapa? Banyak gejala tak disadari baik oleh penderita maupun tenaga medis—apalagi orang awam seperti kita—sehingga terlambat ditangani.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ternyata Sebelum Ada Oksigen, Makhluk Hidup di Bumi Menghirup Arsenik

Ternyata Sebelum Ada Oksigen, Makhluk Hidup di Bumi Menghirup Arsenik

Fenomena
Kematian Dokter Gigi akibat Covid-19 Meningkat, Begini Protokol Periksa Gigi

Kematian Dokter Gigi akibat Covid-19 Meningkat, Begini Protokol Periksa Gigi

Kita
BMKG Dukung Mekanisme Riset Potensi Tsunami ITB dan Kajian Sebelumnya

BMKG Dukung Mekanisme Riset Potensi Tsunami ITB dan Kajian Sebelumnya

Kita
BMKG: Hingga Besok, Waspada Potensi Gelombang Tinggi Capai 6 Meter

BMKG: Hingga Besok, Waspada Potensi Gelombang Tinggi Capai 6 Meter

Fenomena
Misteri Menghilangnya Virus Mematikan dari Cacar Zaman Viking sampai SARS

Misteri Menghilangnya Virus Mematikan dari Cacar Zaman Viking sampai SARS

Fenomena
Orang Tanpa Gejala dan Bergejala Covid-19 Memiliki Jumlah Virus Sama

Orang Tanpa Gejala dan Bergejala Covid-19 Memiliki Jumlah Virus Sama

Oh Begitu
Kematian Akibat Covid-19, Data Terbaru IDI Ungkap 228 Tenaga Kesehatan Meninggal Dunia

Kematian Akibat Covid-19, Data Terbaru IDI Ungkap 228 Tenaga Kesehatan Meninggal Dunia

Oh Begitu
Gumpalan Merah Misterius di Pantai Washington, Mungkinkah Gurita?

Gumpalan Merah Misterius di Pantai Washington, Mungkinkah Gurita?

Fenomena
BMKG: Potensi Tsunami 20 Meter untuk Dorong Mitigasi, Bukan Picu Kepanikan

BMKG: Potensi Tsunami 20 Meter untuk Dorong Mitigasi, Bukan Picu Kepanikan

Oh Begitu
Peneliti Ungkap Kromoson Y pada Pria Tak Hanya Mengatur Fungsi Seksual

Peneliti Ungkap Kromoson Y pada Pria Tak Hanya Mengatur Fungsi Seksual

Oh Begitu
Gurun Sahara Pernah Hijau, Bisakah Surga Itu Kembali Lagi?

Gurun Sahara Pernah Hijau, Bisakah Surga Itu Kembali Lagi?

Fenomena
Semprotan Hidung Bisa Hentikan Replikasi Virus Corona, Ilmuwan Jelaskan

Semprotan Hidung Bisa Hentikan Replikasi Virus Corona, Ilmuwan Jelaskan

Fenomena
Mengenaskan, Penguin Ditemukan Mati karena Telan Masker N95

Mengenaskan, Penguin Ditemukan Mati karena Telan Masker N95

Oh Begitu
Pandemi Covid-19, Simak 10 Tips Aman Bersepeda agar Tak Kena Corona

Pandemi Covid-19, Simak 10 Tips Aman Bersepeda agar Tak Kena Corona

Oh Begitu
Covid-19 di Indonesia Belum Terkendali, Ini yang Harus Kita Lakukan

Covid-19 di Indonesia Belum Terkendali, Ini yang Harus Kita Lakukan

Kita
komentar di artikel lainnya
Close Ads X